PELAIHARI, banuapost.co.id– Sebagai salah satu daerah di Provinsi Kalsel yang digadang-gadang menjadi penyandang kebutuhan pangan untuk Ibu Kota Baru, Panajam Paser Utara dan Kutai Kertanagara, masyarakat Tanah Laut diingatkan untuk fokus ke arah sektor itu.
Want-wanti ini dikemukakan Bupati Tanah Laut, H Sukamta, seusai meninjau harga beberapa komoditi pangan di Pasar Tapandang Pelaihari, Sabtu (21/12), menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
“Masa depan Tala ada di sektor pangan, menginggat akan
menjadi penyandang kebutuhan pangan Ibu Kota Baru,” tandas Kamta, sapaan
akrabnya.
Menyinggung langka dan mahalnya harga ikan air tawar,
seperti gabus (haruan), papuyu dan nila, menurut bupati, karena
panjangnya musim kemarau yang terjadi di 2019.
Terlebih lagi, ikan haruan dan papuyu selama ini belum
bisa dibudidayakan masyarakat. Sehingga masih mengandalkan tangkapan alam.
“Kita selama ini hanya mengandalkan tangkapan alam.
Ketika musim kemarau terjadi, habislah semuanya menjadi langka,” imbuhnya.
Ke depan untuk jenis ikan ini, lanjut Kamta, harus
dilakukan pembudidayaan meski sesulit apapun, berkerjasama dengan perusahaan
perikanan.
“Nanti saya
dorong agar bisa membudidayakan ikan haruan dan papuyu,” katanya. (zkl/foto: ist)
