BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pengelola Pelabuhan Perikanan Banjar Raya Banjarmasin, memberikan hadiah bagi pelaku usahanya. Ganjaran hadiah merupakan wujud apresiasi atas rajin dan tepat waktu dalam membayar retribusi toko dan gudang.
Dari sekian pelaku usaha di pelabuhan itu, dua orang
diganjar hadiah. Mereka, Jaya, pedagang ikan penyewa gudang, dan seorang ibu
penyewa tempat usaha penjual makanan.
“Baru pertama ini mendapat. Bersyukur dan
terimakasih banyak,” kata Jaya.
“Kedua orang ini tepat waktu. Kadang-kadang ada petugas kita menarik retribusi setiap malam Selasa, tapi katanya nanti saja. Kalau yang ini malah mereka yang mendatangi petugas kita,” timpal Rusdi Hartono, Sabtu (21/12) malam, usai memberikan kado kepada dua pedagang itu.
Menurut Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjar Raya Banjarmasin itu, akan menambah gudang baru untuk pelaku usaha. Penambahan empat gudang baru, selain untuk mengantisipasi kesemrautan, juga karena tercapainya target retribusi 2019.
Hingga 5 Desember 2019, hasil retribusi yang dikumpulkan sudah
mencapai Rp 470 juta, atau sudah 100 persen dari target.
“Jadi kalau sampai akhir tahun nanti, diperkirakan
jumlah retribusi yang ditarik bisa mendekati angka Rp 500 juta, atau setengah
miliar rupiah,” ujar Rusdi.
Rusdi Hartono menerangkan, biaya retribusi toko senilai
Rp 150 ribu ditambah biaya listrik Rp 35 ribu dan gudang Rp 200 ribu per bulan.
Semua retribusi ini, mengacu pada peraturan daerah
(perda) jasa usaha Pemerintah Provinsi Kalsel. Seluruh penarikan retribusi di pelabuhan
perikanan ini, dimasukan ke kas daerah.
Di UPT Pelabuhan Perikanan Banjar Raya, kini sudah ada
sekitar 20 gudang dan belasan toko atau kios pelaku usaha. (emy/foto: deny)
