JAKARTA, banuapost.co.id– Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Mahkamah Agung (MA) akan meniru keberhasilan Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI dalam mendapatkan zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan zona Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
“Luar biasa, kami akan mencontoh dan belajar apa yang
telah dilakukan Badiklat Kejaksaan RI. Apalagi telah menerima predikat WBK dan
WBBM,” kata Kepala Pusdiklat Teknis dan Peradilan MAgung, Bambang Heri Mulyono.
Apresiasi disampaikan Bambang saat mengunjungi Badiklat
Kejaksaan RI di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/1).
Bambang yang berkunjung bersama rombongan, disambut langsung
Kabandiklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi.
Rombongan di dampingi Setia Untung berkeliling dan
menyaksikan sarana, prasarana serta pemanfaatan teknologi informasi kediklatan
yang dimiliki Kejaksaan RI.
“Setelah berkeliling melihat sarana, prasarana dan
aplikasi yang dimiliki Badiklat Kejaksaan RI, kami sangat apresiasi, dan saya
bersyukur bisa berkunjung ke sini,” ujar Bambang.
Bambang mengaku kalau sebelumnya, jajarannya hanya
melihat sarana, prasarana dan aplikasi Badiklat Kejaksaan RI lewat website
Kejaksaan RI.
“Setelah melihat langsung, sungguh ini luar biasa. Dengan
aplikasi-aplikasi, sarana dan prasarana Badiklat Kejaksaan, kami merasa bisa
sharing sebagai sesama lembaga pemerintah,” imbuhnya.
Kabandiklat Kejakgung, Setia Untung Arimuladi, kepada
tamunya menjelaskan tentang sarana dan prasarana Badiklat Kejaksaan RI yang
serba komputerisasi, digitalisasi dan canggih memanfaatkan teknologi informasi.
Mantan Kajati Jawa Barat (Kajati Jabar) itu mengatakan,
kunjungan Pusdiklat Teknis dan Peradilan MA, juga akan menjadi pemicu semangat
maupun motivasi jajaran Badiklat Kejaksaan RI untuk terus berinovasi.
Ditegaskan mantan Kajati Riau ini, sesuai salah satu
arahan Presiden Joko Widodo, yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) unggul, maka Badiklat Kejaksaan RI sebagai kawah candradimuka kejaksaan
sudah semestinya mengikuti arah kebutuhan jaman.
Menurutnya, pada 2020 ini badiklat akan terus melakukan
pengembangan-pengembangan lanjutan. Seperti pengembangan command centre,
e-learning untuk jenis diklat lainnya dan dialog interaktif.
“Pengembangan-pengembangan ini akan mengurangi beban
anggaran. Bahkan capaian penambahan peserta, akan lebih banyak,” ucapnya.
Pasalnya, lanjut mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)
Kejaksaan Agung itu, cukup dengan memanfaatkan teknologi telepon genggam
misalnya, sudah bisa melakukan pelatihan-pelatihan. (yb/*/foto: ist)
