PELAIHARI, banuapost.co.id – Maraknya anjing liar di sejumlah wilayah Kota Pelaihari mendapat perhatian khusus dari kalangan wakil rakyat Kabupaten Tanah Laut (Tala). Sejumlah warga Pelaihari, Kamis (30/7), menuturkan secara kasat mata populasi anjing liar memang kian banyak akhir-akhir ini.
Mereka menyebut antara lain tempat yang kerap terlihat banyak anjing liar berkumpul antara lain di belakang gedung di kawasan Jalan Datu Insyad.
Jumlahnya cukup banyak, setidaknya mencapai belasan ekor. “Mungkin karena di situ tempatnya sepi dan lapang, sehingga jarang ada aktivitas,” sebut Yadi, warga Pelaihari.
Anggota DPRD Tala, Joko Pitoyo meminta pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait segera mengambil langkah yang lebih terstruktur agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keresahan warga.
Apalagi telah ada korban yang diserang dan digigit anjing liar, tiga pekan lalu. Insiden itu langsung menyebar luas dan memunculkan kerisauan di kalangan warga Kota Pelaihari.
Joko mengatakan kasus gigitan anjing terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kelurahan Angsau tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem penanganan anjing liar.
“Kasus ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai setelah ada korban baru kemudian dilakukan penanganan,” ujar anggota Komisi II DPRD Tala ini.
Menurut Joko, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah membentuk tim khusus lintas instansi yang mampu merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait keberadaan anjing liar yang agresif maupun yang diduga mengalami gangguan kesehatan.
“Perlu dibentuk tim khusus yang dapat bergerak cepat ketika ada laporan dari masyarakat. Jadi ketika ada anjing liar yang meresahkan atau diduga sakit, bisa langsung ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menilai kecepatan respons sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus mencegah potensi terjadinya kasus gigitan maupun penyebaran penyakit.
Selain penanganan di lapangan, Joko juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan. (zkl/foto: ist)