Oleh: Ketua DPR RI, Dr (HC) Puan Maharani
“Generasi Kesetaraan: Mewujudkan Hak-Hak Perempuan”
menjadi tema peringatan Hari Perempuan se-Dunia tahun 2020 yang diperingati
setiap 8 Maret.
Tema itu ditindaklanjuti dengan kampanye Generasi
Kesetaraan yang bertujuan untuk menyatukan seluruh lapisan masyarakat dari
berbagai latar belakang, baik berbeda
gender, usia, etnis, ras, agama dan suku, untuk menciptakan dunia setara
berkemanusiaan yang semua orang layak dapatkan.
Saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran
yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang: ekonomi,
sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lain-lain.
Saya selalu mengingatkan kepada semua pihak agar
menyertakan perempuan dalam seluruh proses
pembangunan. Namun partisipasi perempuan itu, bukan sekadar kebijakan
afirmatif. Akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan terhadap harkat dan
martabat manusia.
Tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya
sebagai manusia, maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang
dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.
Oleh karena itulah, masih diperlukan berbagai upaya
edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka
memperkuat peran perempuan secara konsisten.
Sebagai Ketua DPR, saya menekankan beberapa agenda yang
perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender,
antara lain:
• Meningkatkan pemahaman dan perspektif perempuan bahwa
perempuan dapat berperan di berbagai sektor.
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya
peran perempuan dalam pembangunan.
• Penguatan regulasi nasional untuk menjamin peran
perempuan.
• Membangun kerjasama antar berbagai kelompok dan negara
untuk menciptakan lingkungan yang ramah
bagi peran perempuan.
Menghadapi tantangan masa depan, perempuan juga harus
meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, serta harus semakin mampu
mengorganisir dan menghasilkan kepemimpinan perempuan yang inspiratif.
Saya percaya, negara tidak mungkin sejahtera dan maju
jika para perempuannya tertinggal. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus menjadi
agenda kerja bersama. Gotong royong pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan
para pemangku kepentingan lainnya.
Saya meyakini, inti dari pembangunan kesetaraan dan
keadilan gender, bukanlah meneguhkan siapa yang mendominasi dan didominasi.
Melainkan menemukan koridor untuk saling berbagi secara
adil dalam segala aktivitas kehidupan, tanpa membedakan jenis kelaminnya.
Inilah semangat yang harus ditanamkan bersama dalam membangun dunia, dimana
perempuan dan laki-laki dalam harkat, martabat, kemajuan dan kesejahteraaan
yang sama.
Saya ingin menggambarkan peran laki laki dan perempuan,
seperti yang pernah disampaikan Presiden Republik Indonesia yang pertama,
Soekarno, laki-laki dan perempuan bagaikan dua sayap seekor burung.
Jika masing-masing sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika salah satu sayapnya patah, maka tak dapatlah terbang burung itu. Selamat Hari Perempuan Internasional.