MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Sejak Posko Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Kandui, Kecamatan Gunung Timang, diaktifkan, Kamis (26/3), arus masuk ke Barito Utara didominasi mahasiswa.
Setiap kendaraan roda dua, empat dan roda enam yang akan
masuk ke Ibu Kota Barut, Muara Teweh, baik sopir maupun penumpangnya diminta
turun guna dilakukan pengecekan dan pemeriksaan suhu badan dan meminta Kartu
Tanda Penduduk (KTP).
Selain itu, petugas juga meminta riwayat perjalanan asal
dan tujuan dari mana masyarakat yang melintas melalui jalan poros tersebut.
Protap ini seiring dengan imbauan Pemkab Barut agar warga
membatasi perjalanan demi mencegah penyebaran virus korona, kecuali untuk
kebutuhan mendesak.
Berdasarkan pantauan lapangan sejak diaktifkannya posko itu
pukul 13:00 hingga 07:00 WIB, terdata jumlah yang masuk sebanyak 747 orang.
Dari data, didominasi para mahasiswa dari Banjarmasin,
Banjarbaru dan Palangka Raya, melalui transportasi darat jasa travel, bus dan
mobil pribadi.
Meski demikian, selama pemeriksaan suhu tubuh, semua
mahasiswa maupun warga lainnya, tidak ditemukan tanda-tanda dari gejala
terindikasi terkena virus korona.
Seperti diketahui, setelah kasus Covid-19 ada, Pemkab
Barut mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, di antaranya
dengan meliburkan sekolah dan penyesuaian kerja Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya.
PNS, honor daerah, tenaga kontrak, pegawai tidak tetap
(PTT), bekerja di rumah atau Work From Home (WFH),serta mengingatkan warga agar
tidak bepergian ke wilayah yang dinyatakan masuk zona merah. (arh/foto: ist)