PARINGIN, banuapost.co.id– Bahas penyebaran sekaligus upaya memutus mata rantai pageblug (wabah) virus mahkota (corona dalam Bahasa Latin: Mahkota, Red.), instansi di Balangan berdiskusi.
Diskusi yang digagas Dinas Kominfo dengan melibatkan awak media, Jumat (17/4), membahas dari persoalan kelengkapan fasilitas khusus kesehatan, ketersediaan pangan, hingga pembatasan jam bezuk di rumah sakit, serta keharusan memakai masker.
Menurut Kadis Kominfo Balangan, Syarif Ubaidillah, pertemuan semata-mata guna bagaimana cara menanggulangi penyebaran Covid-19 bersama pihak BPBD, Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan.
“Untuk peran media, bagaimana bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran Covid-19,” ujar Syarif.
Sementara Kadinkes Balangan, dr Irwan, masyarakat perlu diingatkan kesadaranya akan peran sertanya dalam ikut mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Tentunya dengan mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah agar menjaga pola hidup sehat dan besih, tidak berkumpul atau menjaga jarak, dan berdiam diri di rumah,” jelas dr Irwan.
Sedang Direktur RSUD Balangan dr Fery, mengimbau pengunjung rumah sakit untuk menggunakan masker. Sementara pelayanan, dibatasi jam kerjanya.
“Masyarakat juga harus tetap menjalani prilaku hidup bersih dan sehat, dengan mencuci tangan memakai sabun agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus,” tegasnya.
Sementara Kadis Ketahanan Pangan, Asharullah mengatakan, ketahanan pangan di Kabupaten Balangan sampai Desember mendatang.
“Untuk urusan beras dan kebutuhan pangan lainnya, kami siap suplai ke masyarakat yang memerlukan bahan pokok tersebut,” tandas Asharullah.
Meki demikian, lanjut Asharullah, yang jadi kendala yakni sulitnya pengadaan gula pasir. Karena dari data yang didapatkan, masyarakat Balangan dalam satu minggunya memerlukan sebanyak 12 ton. (sri/foto: ist)