PELAIHARI, banuapost.co.id– Pasien yang tidak jujur ketika konsultasi di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Tanah Laut, sangat membahayakan petugas medis yang menangani.
Ketidakjujuran inilah yang dikeluhkan Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr Isna Farida, kepada Bupati Tala Sukamta, Selasa (5/5).
Dr Isna menyampaikan keluhan dalam upayanya melindungi petugas medis yang saat ini bertugas di rumah sakit yang dipimpinnya, terlebih lagi saat ini Tala menjadi salah satu kawasan dengan jumlah pasien korona cukup tinggi setelah Banjarmasin, Batola, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Beberapa hari lalu, menurut dr Isna, petugas medis dibuat panik dengan adanya pasien yang tidak menceritakan dengan jujur riwayat perjalanannya. Ternyata, pasien tersebut baru saja datang dari kota yang masuk dalam zona merah.
“Petugas medis sempat panik dengan kejadian itu, dan kami menyayangkan kenapa pasien itu tidak mengatakan yang sebenarnya menyangkut riwayat perjalanannya,” tandasnya.
Berkaitan dengan keluhan itu, Bupati H Sukamta mengimbau warga Tala agar jujur saat ingin berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Karena ketidakjujuran, akan membahayakan tenaga medis.
Petugas medis, menurut bupati, sudah mempertaruhkan nyawa untuk melayani masyarakat di tengah pandemi korona. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat mengurangi kemampuan mereka menanggulangi Covid-19.
Kalau sampai terjadi penularan terhadap tenaga medis dari pasien yang tak jujur, tidak menutup kemungkinan pemerintah menyetop sementara pelayanan. Karena akan menyelamatkan petugas medis terlebih dahulu.
“Kami akan memilih menghentikan sementara pelayanan untuk menyelamatkan tenaga medis yang tertular, hal ini tentunya akan merugikan masyarakat banyak,” beber Sukamta. (zkl/foto: ist)