PELAIHARI, banuapost.co.id– Fasilitas Khusus Penanggulangan Corona Virus Disease Nine Teen (Covid-19) eks Gedung RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, saat ini sudah berisi 91 orang.
Dari jumlah itu, 36 terkonfirmasi terpapar Covid-19, dan 55 orang rapid testnya reaktif. Sementara satu ODP yang dirujuk ke RSUD Hadji Boejasin Sarang Halang, Minggu (17/5) malam, inna lillahi.
Penambahan jumlah pasien yang masuk karantina di Fasus Covid-19 hari ini, Senin (18/5), terdapat 17 orang dari 440 warga Desa Ambawang yang mengkuti rapid test. 17 orang ini langsung dikarantina di Fasus untuk pengambilan sample swab.
Pelaksanaan rapid test di pedesaan, merupakan upaya tracking Pemkab Tanah Laut untuk mencari warga yang kemungkinan terpapar Covid-19, mengingat di Kecamatan Batu Ampar terdapat belasan orang yang terkonfirmasi terpapar.
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan (TGTP2) Covid-19 Tala, Antonius Jaka, membenarkan saat ini jumlah pasien yang masuk fasus RSUD Hadji Boejasin lama mencapai 91 orang.
“36 di antaranya terpapar Covid-19. Sedag yang 55 lainnya, masih menunggu hasil swab,” ujar Antonius Jaka saat dikonfirmasi, Senin (18/5) petang.
Sementara salah seorang pasien ODP yang dirujuk ke RSUD Hadji Boejasin, meninggal dunia Minggu (17/5) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Lelaki berusia 66 tahun asal Jorong itu, dimakamkan sesuai prosedur penanganan pasien Covid-19.
Bupati Tanah Laut, H Sukamta, membenarkan Minggu malam pihaknya mengantar jenazah pasien asal Jorong itu ke pemakaman yang sudah disiapkan Pemkab Tala untuk para pasien dalam perawatan Covid-19.
“Benar, jenazah dimakamkan pada malam hari setelah mendapat persetujuan pihak keluarga,” kata Sukamta saat dimintai keterangannya, Senin (18/5).
Menurut Sukamta, pemakaman berlangsung sesuai protap pasien Covid-19, dimana selain dimasukan dalam plastik, peti jenazah juga dilapisi aluminium.
“Perlu dicatat, almarhum meninggal statusnya masih ODP. Karena sample swabnya belum keluar sampai ia menghembuskan nafas terakhir,” imbuh Sukamta.
Ditambahkan Sukamta, Pemkab Tala akan terus melakukan screening sampai pelosok pedesaan, dengan konsekwensi Pemkab Tala harus menyediakan lebih banyak lagi ruang isolasi.
“Kalau memang ternyata dari hasil rapid test terus bertambah, mau tidak mau kami akan terus mempersiapkannya, termasuk memanfaatkan hotel kalau memang terpaksa,” katanya.
Seperti diketahui, Pemkab Tala dalam upayannya menghindari pemberlakuan PSBB, dengan mengadakan screening di kawasan industri dan pelosok pedesaan, Rencana ini sudah dilakukan di beberapa pabrik. (zkl/foto: zul yunus)