BATULICIN, banuapost.co.id– Tim evaluasi dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal agar masyarakat produktif, namun aman dari Covid-19, dilepas Sekdakab Tanah Bumbu dalam sebuah upacara di Halaman Kantor BPBD setempat, Kamis (4/6).
Menurut Sekdakab Tanbu, H Rooswandi Salem, dalam tim yang juga melibatkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Tanbu, sosialisasi lebih pada upaya mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan sebelum diterapkannya new normal.
“Sosialisasi dan evaluasi pendisiplinan kepada masyarakat dalam kondisi Tanbu berada di peringkat kedua pandemi Covid19 di Kalsel, memang harus dilakukan,” tegas Rooswandi.
Pasalnya tanpa kedisiplinan masyarakat Tanbu dalam mentaati protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diberlakukan di seluruh Indonesia, maka ijin untuk menerapkan new normal di Bumi Bersujud akan sulit diberikan pemerintah pusat.
“Sebabnya karena korban yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Tanah Bumbu masih cukup tinggi. Bahkan berada di peringkat kedua dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalsel,” imbuhnya.
Oleh karena itu, sambung sekda, sosialisasi pendisiplinan protokol kesehatan yang diikuti semua perwakilan kecamatan, mengingatkan masyarakat untuk lebih mengerti.
“Karena kunci penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona ini ada di masyarakat itu sendiri,” tegas Rooswandi.
Caranya, lanjut sekda, protokol kesehatan dijadikan seperti budaya dalam ke seharian. Misalnya selalu memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, menghindari kerumuman, dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.
“Jaga kebersihan dan kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi serta bergizi. Termasuk juga dengan rajin berolahraga,” pungkas Rooswandi. (jack/foto: ist)