PARINGIN, banuapost.co.id– Seluruh jajaran lingkup Pemkab Balangan, Provinsi Kalsel dan masyarakat diingatkan jangan terlena dengan pandemi Covid-19, meski protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan sepenuhnya. Sebab yang tak kalah peting, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menghadang di musim kemarau.
Wanti-wanti itu dikemukakan Bupati Balangan, H Ansharuddin, dalam apel Kamis (4/6) pagi. Selain persoalan Covid-19, masalah karhutla di musim kemarau juga jadi perhatian.
Menurut bupati, kebakaran hutan yang terjadi pada September 2019 lalu, menyebabkan kerugian bagi banyak orang. Salah satunya, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bahkan jumlah penderita ISPA akibat karhutla waktu itu, sebagaimana disampaikan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, menyentuh angka 919.516 orang.
Penderita ISPA tersebar di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Tentu saja kita tidak ingin menjadi penyumbang asap yang berasal dari karhutla sebagai penyebab ISPA bagi warga kita sendiri ataupun warga lainnya,” imbuhnya.
Karena itu, sambung Ansharuddin, seluruh jajaran di lingkup pemerintahan serta masyarakat Balangan, agar bersama-sama menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini.
“Saat ini memang kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang belum ada vaksinnya. Sehingga jangan lagi ditambah dengan karhutla penyebab ISPA,” tandasnya. (sri/foto: ist)