JAKARTA, banuapost.co.id– Kasus terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona sepanjang Sabtu (20/6) hingga pukul 12:00 WIB, tercatat 1.226 kasus baru. Dengan jumlah ini Covid-19 Indonesia terakumulasi menjadi 45.029 kasus.
Dari tambahan 1.226 kasus baru, sebagaimana di lansir dari situs covid19.go.id, lagi-lagi Kalimantan Selatan berandil dengan 83 kasus, sekaligus bertengger di peringkat ke-5 di antara 27 provinsi yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak.
Peringkat pertama masih didominasi Jawa Timur dengan 394 kasus, DKI Jakarta: 180, Sulawesi Selatan 112, dan Jawa Tengah dengan 98 kasus baru.
Sedang 7 provinsi yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus terinfeksi virus korona: Jambi, Sulawesi Tengah, Riau, Papua Barat, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.
Dengan kondisi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan serta Kalimantan Selatan yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kini menjadi perhatian untuk dilakukan tes virus korona secara masif.
“Kini ada tiga provinsi yang menjadi perhatian untuk dilakukan tes virus korona secara masif. Yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang akan diperkecil ruang lingkupnya hingga level kabupaten/kota,” jelas Yuri, sapaan akrab Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu, dalam keterangan pers yang siarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (20/6) sore.

Menurut Yuri, dari 45.029 kasus positif yang terakumulasi, jumlah pasien sembuh juga bertambah 534, sehingga total ada 17.883 orang.
“Sementara pasien yang meninggal, bertambah 56 orang. Sehingga totalnya menjadi 2.429 kasus,” imbuh Yuri.
Sebelumnya, Jumat (19/6), terjadi penambahan kasus positif corona sebanyak 1.041 kasus, hingga terakumlasi menjadi 43.803 kasus. 17.349 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 2.373 meninggal dunia.
Sementara data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona di Indonesia, ada 37.336 ODP yang diawasi dan 13.150 PDP yang dipantau.
“Kita masih melakukan pemantauan terhadap orang dalam pemantauan sebanyak 37.336, pasien dalam pengawasan yang masih ketat kita lakukan pengawasan sebanyak 13.150,” kata Yuri. (yb/foto: ist)