PELAIHARI, banuapost.co.id– Dua hari berturut-turut diguyur hujan, ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Jorong dan Kintap, Minggu (21/6), terendam. Akibatnya, seribu jiwa lebih kesulitan beraktivitas.
Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana Dinsos, Satpol PP dan Damkar Tala, anggota Pos TNI AL serta Polair Polres Tala stanby di lokasi.
Di Kecamatan Jorong, luapan air Sungai Asam Asam menggenangi Desa Simpang Empat Sungai Baru dan Asam Asam Kampung, Desa Asam Asam.
Di Asam Asam Kampung berdasarkan data sementara, sedikitnya 210 rumah yang tergenang dihuni 251 kepala keluarga atau 863 jiwa.
RT 6 yang menjadi lokasi terparah dalam musibah ini, ada 73 rumah warga yang terendam, 36 rumah di RT 7 dan 25 rumah di RT 5.
Sedang di Kecamatan Kintap, luapan Sungai Kintap menggenangi sedikitnya 332 rumah warga, masing-masing di Desa Kintapura 276 rumah, Desa Kintap Kecil 39 rumah, Desa Kintap 17 rumah. Di Kintap tercatat 414 KK atau 1.323 jiwa.
Warga berharap hujan tidak turun lagi, sehingga air yang menggenangi pemukiman dapat segera surut.
Nadila, warga RT 6 Asam Asam Kampung, Desa Asam-Asam, mengatakan air mulai meluap ke pemukiman sekitar pukul 00:00 Wita, dan semakin tinggi pada pukul 08:00 Wita.
“Air tampaknya sampai saat ini masih akan naik, apalagi hujan masih turun di kawasan pegunungan,” kata Nadila yang terpaksa menerabas air sepinggang untuk beraktivitas.
Sekretaris Daerah Tala, Dahnial Kifli yang juga Ex-Officio Kepala BPBD Tala, dan Kepala Dinas Sosial, Nur Hidayat, serta Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, meninjau kedua lokasi banjir. (zkl/foto: dick)