JAKARTA, banuapost.co.id– Sedikitnya 25 provinsi melaporkan terjadinya penambahan kasus positif virus korona sepanjang Senin (13/7) hingga pukul 12:00 WIB. Dengan tambahan kasus baru itu, Covid-19 Indonesia pun menjadi 76.981 orang.
Dari akumulatif 76.981 itu, menurut Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Senin (13/7) sore, jumlah angka pasien sembuh juga bertambah 1.051.
“Dengan tambahan 1.051, total pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada 36.689 orang. Sedang pasien yang meninggal, bertambah 50 sehingga total menjadi 3.656 kasus,” jelas Yuri sapaan Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkas RI itu.
Sebelumnya, Ahad (12/7), terjadi penambahan positif korona sebanyak 1.681 kasus. Sehingga terakumulasi menjadi 75.669. Sebanyak 35.638 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 3.606 meninggal dunia.
Sementara data yang dilansir dari situs covid19.go.id, provinsi yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru: Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sedang sebaran 1.282 kasus baru yang dilaporkan 25 provinsi: DKI Jakarta: 281, Jawa Timur: 219, Sulawesi Selatan: 124, Jawa Tengah: 100, Papua: 98, Jawa Barat: 83, Kalimantan Selatan: 72, Bali: 62 dan Sumatera Selatan: 50 kasus.
Disusul, Sumatera Utara: 44, Kalimantan Tengah: 26, Maluku: 26, Nusa Tenggara Barat: 23, Sulawesi Utara: 20, Maluku Utara: 13, DI Yogyakarta: 8, Sulewesi Tenggara: 7, Banten: 6, Kalimantan Barat: 5, Kalimantan Timur: 5, Gorontalo: 4, Riau: 3, Kalimantan Utara, Lampung dan Sulawesi Barat, masing-masing: 1 kasus.

Sementara data orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona, ada 33.504 ODP yang dipantau dan 13.439 PDP yang diawasi.
“Kita masih melakukan pemantauan kepada ODP sebanyak 33.504 orang. Sementara PDP yang kita pawasi ketat adalah 13.439 orang,” tandas Yuri.
Menurut Yuri, selama beberapa hari ini pemerintah melakukan tracing atau pencarian kasus di masyarakat. Sehingga didapat kasus-kasus positif dari orang tanpa gejala (OTG).
“Sehingga sebagian besar kasus tidak ada indikasi dirawat di rumah sakit. Mereka harus lakukan isolasi di rumah,” kata Yuri.
Meski demikian, sambung Yuri, isolasi mandiri tetap awasi dengan baik agar dalam empat belas hari bisa bisa didapat hasil baik, dan jadi negatif. (yb/ilust: gopal)