JAKARTA, banuapost.co.id– Kasus virus korona di Indonesia terus meningkat. Hingga Sabtu (18/7) pukul 12:00 WIB, totalnya 84.882 orang, setelah bertambah 1.752 kasus baru yang dilaporkan 29 provinsi.
Dari akumulasi 84.882 orang positif Covid-19, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 43.268, dan yang meninggal dunia menjadi 4.016.
“Jumlah pasien sembuh bertambah 1.434 orang. Sedang jumlah pasien yang meninggal dunia, bertambah 59 kasus,” jelas Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers yang disiarkan langsung kanal YouTube BNPB, Sabtu (18/7) sore.
Sebelumnya, Jumat (17/7), jumlah akumulatif kasus positif virus korona berada di angka 83.130. Dari jumlah tersebut, 41.834 pasien berhasil sembuh dan 3.957 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 1.752 kasus baru tang dilaporkan 29 provinsi sebagaimana dilansir dari situs covid19.go.id: Jawa Timur: 346, DKI Jakarta: 266, Jawa Tengah: 204, Sulawesi Selatan: 168, Sumatera Utara: 147, Kalimantan Selatan: 107, Bali: 71, Sumatera Selatan: 67, Jawa Barat: 60, Papua: 56, Sulawesi Uatara: 54, Papua Barat: 38, Maluku Utara: 33 kasus.
Disusul, Kalimantan Timur: 25, Nusa Tenggara Barat: 23, Lampung: 9, Banten: 8, DI Yogyakarta: 8, Riau: 8
Bengkulu: 6, Jambi: 6, Sumatera Barat: 4, Sulawesi Barat: 4, Kepulauan Riau: 3, Bangka Belitung, Maluku dan Gorontalo, masing-masing 1 kasus.

Sedang 5 provinsi yang tidak ada melaporkan tambahan kasus baru: Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Aceh dan Sulawesi Tengah.
Sementara data terbaru penanganan suspek korona, ada 37.593 kasus yang dipantau. “Kasus suspek yang kita pantau hari ini sebanyak 37.593 orang,” tandas Yuri, sapaan Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu.
Kasus suspek adalah definisi operasional baru yang digunakan pemerintah, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). (yb/ilust: gopal)