BANJARMASIN– Panitia Kurban Masjid Al Jihad Banjarmasin di Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah ini, menyembelih 84 ekor sapi yang titipan jamaah. Berbeda dengan panitia kurban lainnya, di masjid ini penyembelihan menggunakan alat khusus yang dianggap tidak menyiksa hewan yang dikurbankan.
Alat dengan rangka besi tersebut, bekerja secara mekanik membuat sapi yang dimasukan ke dalamnya tak banyak melakukan gerakan. Karena bagian dalam alat tersebut disempitkan, sehingga sapi yang hendak disembelih tidak mengamuk. Selanjutnya tubuh sapi di dalam alat tersebut, diputar sampai dalam posisi siap disembelih.
Dengan menggunakan alat yang merupakan buatan jemaah masjid ini, diyakini sapi–sapi tidak mengalami stres dan mengamuk.
Untuk sapi yang disembelih dengan alat ini, rata – rata hanya memerlukan waktu lima menit setiap ekornya. Selain itu, alat yang digerakkan dengan daya listrik ini, dioperasikan cukup dua orang pekerja.
Berbeda dengan penyembelihan manual yang memerlukan banyak orang dan waktu yang lebih lama, mulai dari merebahkan hingga menyembelih hewan kurban.
“Dengan alat ini, proses penyembelihan lebih cepat. Selain itu, cukup aman. Kami di sini, punya pengalaman. Ada seorang panitia kurban yang ditendang sapi saat masih menggunakan cara manual. Makanya muncul ide membuat alat ini,” kata Ketua Panitia Kurban Masjid Al Jihad, Mutdasir.
Menurut Mutdasi, alat yang belum diberi nama ini sudah dibuat sejak empat tahun lalu. Namun baru disempurnakan dua tahun terakhir. Kini sudah memiliki dua alat mekanik penyembelihan hewan kurban yang pembuatannya menghabiskan dana Rp50 juta setiap unit.
Tahun ini Panitia Kurban Masjid Al Jihad yang berada di Jl Cempaka, Banjarmasin, menyembelih sebanyak 84 ekor sapi. Jumlah ini melebihi target yang sebelumnya hanya menetapkan 80 ekor sapi. Untuk penyembelihan kali ini, jumlah sukarelawan yang terlibat di kepanitian sebanyak 500 orang.
Dari 84 ekor sapi ini, panitia membagikan 8.400 kupon daging kepada masyarakat dan jamaah Masjid Al Jihad. Daging–daging kurban tersebut, dibagikan ke masyarakat menggunakan bakul purun, sebagai upaya mengurangi sampah plastik. (emy/foto: deny yunus)