PELAIHARI, banuapost.co.id– Selama pandemi korona di Kabupaten Tanah Laut, seluruh aktivitas pendidikan di sekolah dihentikan untuk sementara. Sebagai gantinya, guru memberikan mata pelajaran secara daring atau online kepada siswanya masing-masing.
Namun belajar online ternyata tidak berjalan mulus bagi beberapa siswa yang tempat tinggalnya barada di area blank spot atau tidak ada sinyal telepon, seperti di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin. Kalau pun ada, sinyalnya lemah dan pemilik HP harus mencari lokasi yang agak tinggi.
Bagi siswa yang memiliki android harus berkumpul di sebuah pos ronda untuk mendapatkan sinyal dan menerima mata pelajaran dari sekolah. Hal inilah yang dialami siswa UPTD SMPN 3 Tebing Siring.
Selain kesulitan sinyal, dari sekitar 100 siswa SMPN 3 Tebing Siring, 30 persen di antaranya tidak memiliki android atau kesulitan mengisi quota.
Hamid, salah seorang warga Desa Tebing Siring, mengakui saat ini di desanya sangat kesulitan untuk berkomunikasi menggunakan HP. Pemilik gawai erpaksa mencari tempat yang agak tinggi untuk mendapatkan sinyal.
“Benar, kami di sini sangat kesulitan sinyal. Saat ini hanya ada satu provider yang sinyalnya tembus sampai ke desa kami,” kata Hamid.
“Untungnya siswa di desa kami yang menggunakan HP dapat mengikuti pelajaran dengan memanfaatkan pos ronda,” imbuh Hamid, sambil menjelaskan lokasi pos ronda yang berada di ketinggian.
Kesulitan belajar online atau daring, juga diakui Rahmat Hidayat, pengajar SMPN 3 Tebing Siring. Menurutnya, selain masalah sinyal, siswa SMPN 3 juga banyak yang tidak memiliki android.
“Untuk mengatasi hal itu kami juga memberikan materi secara offline kepada siswa. Mereka datang ke sekolah dan mengerjakan pelajaran di rumah masing-masing,” papar Rahmat Hidayat.
Kawasan Desa Tebing Siring merupakan salah satu desa dengan banyak bukit di sekitarnya. Desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bajuin ini, berada sekitar 30 kilometer dari kota Pelaihari, Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut. (zkl/foto: zul yunus)