BATULICIN, banuapost.co.id– Kepala Dinas Pemuda dan Pariwisata Tanah Bumbu, Hamaluddin Taher, menyambut hangat terbentuknya Komunitas Pegiat Gambar di Bumi Bersujud.
Hamaluddin berharap, komunitas ini bukan hanya sebagai wadah untuk penyaluran hobi. Namun juga dapat berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata.
“Kami mengapresiasi terbentuknya komunitas ini. Tentu komunitas ini membawa semangat baru untuk kemajuan pariwisata,” ujarnya saat gelar audiensi antara Komunitas Pegiat Gambar dan Dinas Pemuda dan Pariwisata, belum lama ini.
Hamal tidak menampik jika selama ini pihaknya agak kesulitan mengidentifikasi karya-karya visual yang dapat mendukung dan mempromosikan potensi dan kontong-kantong wisata.
Dengan adanya komunitas ini, ke depan diharapkan memudahkan proses kemitraan. Apalagi secara kelembagaan, saat ini instansinya juga menaungi bidang ekonomi kreatif, sebagaimana stuktur turunan dari pusat.
“Saat hendak menggelar pameran misalnya, kami agak kesulitan mencari karya yang up date. Hal ini karena memang di Tanah Bumbu komunitas-komunitas yang bergerak di bidang ini sangat terbatas. Tentu prokduktifitasnya juga terbatas. Jikapun ada, tidak terpantau pihak kami. Dengan adanya komunitas ini, kami akan mudah mengomunikasikannya,” tandas Hamal yang saat audiensi didampingi oleh sejumlah staf.
Hamaludin yang juga sarjana bidang seni rupa ini berkomitmen untuk mendukung segala program komunitas pegiat gambar. Bahkan pihaknya bersedia menyusun beberapa program kerja sama, terutama program yang masuk dalam daftar program prioritas yang digariskan pemerintah pusat melalui kementrian pariwisata.
“Selama kegiatan tersebut berkaitan dengan kepariwisataan, kami siap mendukung. Bahkan secara personal saya juga siap menjadi pembina di komunitas ini,” ujarnya mantap.
Audensi antara Komunitas Pegiat Gambar dan Dinas Pemudan dan Pariwisata terbilang cukup intens. Dalam sepekan terakhir, audiensi digelar dua kali di ruang kerja kepala dinas. Pada audiensi tersebut juga disusun beberapa program kolaboratif.
Komunitas Pegiat Gambar Tanah Bumbu adalah lembaga tidak terikat yang konsen di bidang visual. Anggotanya terdiri dari fotografer dan videografer, pelukis dan perupa, serta animator serta desain grafis. Komunitas ini baru terbentuk di 2020.
“Di komunitas ini bukan hanya menghasilkan foto, namun beragam karya visual. Ada video, ada lukisan, ada animasi sehingga untuk mewakili itu semua, kami memilih frase gambar di titel nama organisasi,” ujar Aris Purnomo, seorang pelukis.
Aris yang juga pengurus inti komunitas menjelaskan, lembaga berdiri atas kesamaan visi anggotanya. Selain memiliki program peningkatan kompetensi anggota, lembaga ini juga memiliki komitmen untuk memajukan daerah, terutama di bidang kearsipan dan kepariwisataan.
“Ya, kami memang membangun komunikasi di dua instansi pemerintah, kearsipan dan kepariwisataan. Karena memang dua instansi ini memiliki keterkaitan dengan bidang kami. Kami berharap bisa menyinergikan program-program untuk kemajuan daerah,” pungkasnya. (uza/foto ist)