PELAHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya sudah 17 kali kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Tanah Laut, meski hujan masih sering membasahi kabupaten di kawsan pesisir Provinsi Kalsel ini.
Akibat sejumah itu, total lahan yang terbakar mencapai 31,7 hektare. Kejadian paling luas pada Selasa 25 Agustus lalu di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau.
Luas lahan yang terbakar mencapai 9 hektare. Sehingga untuk melokalisirnya, Manggala Agni dan Satgas Udara terpaksa menggunakan water boombing.
Titik api pertama muncul pada Senin 24 Agustus, Lahan yang dilalap seluas 4,5 hektare pada pukul 12:30 Wita di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati.
Di lokasi ini pemadaman dilakukan KPH Tala, Poslap 3 BPBD Kalsel, Satpol PP dan Damkar Tala, serta dibantu Satgas Udara melalui water boombing.
Berdasarkan data BPBD Tala, 17 titik api yang muncul ada di 7 kecamatan, masing-masing di Kecamatan Bati-Bati, Kintap, Pelaihari, Kurau, Panyipatan, Jorong dan Kecamatan Tambang Ulang.
M Kusri, Kepala Pelaksana BPBD Tala, saat dikonfirmasi membenarkan titik api sudah mulai bermunculan di Kabupaten Tala, meski saat ini hujan masih sering mengguyur.
Menurut M Kusr, selain hujan yang turun di Tala tidak merata, udara panas disertai angin kencang menyebabkan munculnya api.
“Untuk pemadaman, Satga Udara Karhutla sempat dilibatkan, seperti di Desa Pandahan, Desa Tambak Sarinah, Kurau dan Desa Batakan,” jelasnya.
Pemadaman Karhutla juga melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Tala, relawan Masyarakat Peduli Api, TNI dan Polri serta perusahaan-perusahaan. (zkl/foto: zul yunus)