BARABAI, banuapost.co.id– Tak ingin kecolongan personelnya jadi budak narkoba, Kodim 1002/Barabai menggelar tes urine, Senin (21/9).
Menurut Pasi Intel Kodim 1002/Barabai, Kapten Czi Obet Subagiyo, selaku koordinator kegiatan, pemeriksaan urine rutin tiap tiga bulan.
“Kali ini merupakan kegiatan pada Triwulan III tahun anggaran 2020,” jelasnya.
Tak hanya pemeriksaan urine, lajut Kapten Obet, anggota juga mendapat sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan.
“Khusus untuk sosilisasi, disampaikan dr M Rizky dari RS Damanhuri Barabai, dibantu anggota Puskes 06.09.10/Barabai, Sertu Abdurrahman,” imbuhnya.
dr M Rizki menjelaskan, penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan, mempunyai efek yang tidak baik bagi tubuh. Bahkan secara umum, dapat memberi efek peningkatan frekuensi denyut jantung.
“Irama jantung tidak teratur, penyempitan pembuluh darah, dan peningkatan tekanan darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah ke otot jantung, yang akhirnya mengakibatkan serangan jantung,” terangnya.
Selain dapat memicu berbagai penyakit, lanjut dr Rizki, akibat narkoba yang paling fatal adalah menyebabkan kematian.
“Kerusakan saraf di otak dan kegagalan organ untuk berfungsi, dapat menjadi dampak dari narkoba yang secara langsung memberikan efek buruk pada tubuh. Sehingga meningkatkan berbagai risiko penyakit dan kematian,” tegasnya.
Sedang Dandim 1002/Barabai, Letkol Inf M Ishak H Baharuddin, di sela-sela pemeriksaan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya perang melawan narkoba di kalangan TNI dan keluarga besarnya.
“Karena itu apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan anggota, kita akan menindak tegas dan memproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.
Oleh sebab itu, sambung dandim, diingatkan anggota Kodim 1002/Barabai, baik TNI dan PNS serta keluarganya, untuk tidak sekali-kali menyentuh yang namanya narkoba.
“Sayangilah keluargamu, dan jaga nama baik satuan,” tegasnya. (yb/*/foto: ist)