BANJARBARU, banuapost.co.id– Kebijakan memperbolehkan pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP, diimbau Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kasel, Yusuf Efendi, ditunda dulu.
“Kondisi sekarang belum kondusif. Saya minta jangan dulu untuk belajar tatap mukanya. Sabar dulu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/11).
Yusuf mengaku menyayangkan kebijakan yang diambil Disdik Kota Banjarmasin dan Disdik Kabupaten HSS, yang sudah menjalankan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi turun naiknya angka kasus positif Covid-19 di Kalsel.
Seperti diketahui, beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banjarmasin sudah melalukan simulasi tatap muka meski hanya menghadirkan sebagian siswa saja.
Namun karena untuk tingkat SD dan SMP bukan kewenangan Disdik Provinsi, sehingga tidak bisa memberikan sanksi. Karena itu, hanya dapat memberikan saran dan imbauan.
“Kita sudah menyarankan agar pembelajaran tatap muka sementara ini jangan dulu, sampai pandemi melandai dan semua daerah berzona hijau,” ucapnya.
Yusuf menhendaki pembelajaran tatap muka dilakukan serentak. Tidak sebagian seperti ini, karena dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru, terutama dikalangan murid maupun gurunya.
Pembelajaran tatap muka sampai saat ini belum bisa dilakukan karena sebagian besar wilayah di Kalsel masih berstatus zona orange
“Di Kalsel masih ada beberapa zona orange. Karena itu, tunggu sampai semuanya kondusif dan zona hijau. Apalagi data dari Satgas Covid-19 Kalsel, kasus positif terus bertambah setiap hari,” imbuhnya. (oie/foto: olivia)