BANJARMASIN, banuapost.co.id– Terbangunnya pembangkit listrik tenaga surya, menjadi salah satu gagasan yang ingin diwujudkan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur H Sahbirin Noor-H Muhidin, jika diberi kepercayaan menakhodai Provinsi Kalsel.
Rencana besar di sektor energi untuk Banua ini, diuraikan Paman Birin, sapaan familiar H Sahbirin Noor, dalam debat terakhir pilkada Kalsel di Stasiun TVRI Banjarmasin, akhir pekan tadi.
“Apabila 1.000 hektare saja tanah di Kalsel yang luas difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga matahari dengan kapasitas 1 GW, maka akan menjadikan Kalsel provinsi pertama yang bebas listrik bagi rakyatnya. Di sinilah visi Kalsel Maju kami tumpukan,” jelasnya.
Listrik gratis tersebut, lanjut Paman Birin, akan berdampak masif untuk kemakmuran rakyat. Bagi perindustrian akan mendorong pabrik untuk buka dan berbisnis di Kalsel.
Begitupun bagi komersial, Kalsel akan mempunyai perdagangan yang sangat bersaing. Karena hilangnya biaya bulanan listrik bagi toko dan sektor jasa. Sehingga mengundang gairah dunia kepariwisataan.
Sedang bagi rumah tangga, bisa digunakan menjadi biaya tambahan pendidikan untuk anak-anak mereka.
“Inilah energi baru yang terbarukan jika kita bangun listrik tenaga matahari. Ini bisa dibangun dalam waktu dua tahun,” tegasnya.
Di samping itu, sambung Pama Birin, akan terjadi penurunan biaya di mesin tambang, industri, mesin diesel. Sehingga membuat margin keuntungan akan naik, karena berkurangnya variable biaya.
“Apabila pembangkit listrik dari energi baru terbarukan tersebut ada, biaya bulanan pembelian bahan bakar akan hilang. Dampaknya, beban biaya listrik drastis berkurang. Bahkan tidak ada lagi. Kalsel akan menjadi provinsi yang bebas biaya listrik,” tandasnya.
Lalu dari mana pembangkit tersebut memperloeh revenue? Menurut Paman Birin, dari pembelian provinsi lain yang akan difasilitasi perusahaan listrik negara (PLN).
“Kesimpulanya, Kalsel maju makmur dan sejahtera dimulai dari bebasnya listrik,” tegasnya.
Listrik tenaga matahari itu hanyalah salah satu sumber pembangkit yang bisa dikembangkan. Energi lain yang bisa digarap adalah pembangkit listrik tenaga air dan angin. Selain di PLTA Riam Kanan, di Kalsel sudah ada beberapa bendungan yang bisa dimafaatkan.
“Seperti Riam Kiwa, Kusan, dan Kinarum. Ke depan kita memprioritaskan pembangkit listrik terbarukan. Inilah saat yang paling tepat untuk mengubah paradigma sumber energi dari batubara,” imbuhnya.
Kebijakan energi yang digagas tersebut, tambah Paman Birin, juga selaras dengan Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita adalah provinsi yang paling dekat berbatasan dengan IKN. Kita akan menjadi daerah pemasok listrik untuk IKN, karena surplus dalam daya kelistrikan,” pungkasnya. (yb/*/foto: ist)