PELAIHARI, banuapost.co.id– Berbeda dari tahun lalu, haul KH Anang Ramli, salah satu tokoh di Tanah Laut, hanya digelar di lingkup keluarga dan secara tertutup. Bahkan akibat pandemi Covid-19, kegiatan keagamaan ini, ketat menerapkan protokol kesehatan.
Jika tahun-tahun sebelumnya dihadiri ribuan jamaah yang berdatangan dari berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa, peringatan hari wafatnya ulama yang juga pejuang kemerdekaan, dilaksanakan di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Ubudiyah Desa Padang, Kecamatan Bati Bati, Kamis (10/12) malam.
Pendiri Ponpes Ubudiyah Bati Bati, KH Anang Ramli atau biasa disapa Guru Ramli, meninggalkan seorang istri, 12 orang anak dan 32 cucu.
Belajar ilmu Agama dari kedua orangtuanya dan guru-guru di kampong, dia juga sempat belajar di Volk School selama tiga tahun, Madrasah Aliyah Darussalam Martapura.
Juga pernah belajar agama kepada KH Muradi dari Banjarmasin, KH Abdullah, KH Salim Ma’ruf dari Martapura, KH Mansur dari Pelaihari dan KH Syarwani Abdan (Guru Bangil).
Menariknya, Guru Ramli juga tercatat menjadi hakim pada ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan (1947-1950). Bahkan termasuk orang yang paling dicari dan dikejar kolonial Belanda. Namun dengan menggunakan nama samaran, ‘Ar Lahmudin’, Belanda tidak berhasil menangkapnya.
Atas jasa dalam perjuangan melawan penjajah Belanda, TNI memberikan penghargaan dengan gelar kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.
KH Anang Ramli adalah seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah yang memiliki banyak murid. Sebagai ulama maupun pendidik, dia dikenal tegas dan teguh pendirian.
Karya Monumental Guru Ramli adalah Pondok Pesantren Ubudiyah Bati Bati yang didirikan 7 Agustus 1971 dan menjadi salah satu Pondok Pesantren Tertua di Kalsel.
Menurut Bupati Tanah Laut, H Sukamta, yang hadir mengungkapkan, Guru Ramli adalah sosok teladan bagi masyarakat Tala.
“Guru Ramli mendirikan salah satu pesantren yang tertua di Kalsel. Bahkan santrinya datang dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan, mengharumkan nama Bati Bati dan Tala khususnya,” jelas bupati.
Sukamta juga mengaku sangat mengagumi dan mengidolakan sosok Guru Ramli. “Selain sebagai ulama juga sekaligus pejuang di Kalsel, tokoh pergerakan kemerdekaan. Almarhum memiliki pangkat letnan dua,” jelas bupati. (zkl/foto: ist)