BANJARMASIN, banuapost.co.id– Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 01, H Sahbirin Noor dan H Muhidin (BirinMu), siap menerima apapun hasil perhitungan suara dalam rapat pleno tingkat provinsi, meski ‘pahit’ sekalipun.
“Banyaknya isu yang berkembang siapa yang menang dan kalah, pada intinya kami di paslon 01 siap terima hasilnya, apapun itu,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kalsel, H Supian HK, kepada awak media, Rabu (16/12) sore.
Meski demikian, sambung Ketua DPRD Kalsel itu, pihaknya juga sudah memiliki data hasil dari pleno tingkat kabupaten/kota yang telah ditandatangani tim masing-masing.
Karena itu jika pada perhitungan esok, Kamis (17/12), paslon 02 keberatan dengan penetapan yang dilakukan KPU, dipersilahkan untuk mengajukan hal tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Keputusan ada di tangan KPU. Seandainya KPU menetapkan kemenangan ke kami, ya tentu harus menghargai itu. Kalau keberatan, silahkan ajukan ke MK,” tandasnya.
Menurut Supian HK, pengajuan ke MK merupakan hal biasa dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini, karena sudah diatur dalam UU. Namun kalau itu dilakukan, bukan lagi ranah paslon. Sebaliknya justeru meragukan kinerja penyelenggara pemilu, yaitu KPU.
Sementara menurut Koordinator Bidang Pemenangan DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi, klaim kemenangan yang dilakukan paslon 01, merupakan klaim berdasarkan data formulir C1 KWK.
“Klaim berdasarkan hasil perolehan suara yang diterima dari saksi, yaitu formulir C1 KWK. Sehingga setiap ada perubahan, selalu disampaikan,” ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Jadi bukan hanya sekadar asal klaim kemenangan sekian persen. Namun itu memang berdasarkan data yang dimiliki.
“Oleh sebab itu dengan ditetapkannya hasil perhitungan suara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan rapat pleno kecamatan, dapat menunjukkan hasil sudah dalam penetapan,” tuturnya.
Sehingga klaim-klaim yang dilakukan, sambung Puar, memang memiliki data, fakta dan bukti dari formulir C1 KWK yang sah.
“Bukan sekadar mengembangkan isu menjadi sebuah opini yang bisa merusak karakter dan citra orang. Sebagai seorang calon, pilihannya kan siap terima apapun,” kata Puar. (oie/foto: olivia)