BANJARMASIN, banuapost.co.id– Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) dan Imparsial, talkshowkan Banjarmasin sebagai Kota Toleran di Aula Kayuh Baimbai, Jumat (18/12).
Kegiatan yang didukung The Asia Foundation, dalam rangkaian Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2020 yang digagas Komnas HAM, INFID, KSP RWI dan Pemerintah Kota Banjarmasin sejak 17-19 Desember 2020.
Pada rangkaian kegiatan Festival HAM kali ini, LK3 mendorong tersosialisasinya Standar Norma dan Pengaturan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (SNP-KBB) kepada pemangku kepentingan secara khusus dan masyarakat pada umumnya.
SNP-KBB ini juga menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan, agar ketika membuat kebijakan bisa berkeadilan buat semua.
“Sehingga tidak terkesan membatasi atau melanggar hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan yang menjadi salah satu bagian dari HAM,” ujar Direktur LK3 Banjarmasin, Rafiqah, Kamis (17/12).
Cara yang bisa dilakukan, lanjut Rafiqah, memberikan penguatan dan asistensi Komnas HAM kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dalam merancang dan membuat kebijakan yang akomodatif bagi seluruh warga kota. Terutama berkenaan dengan kehidupan sosial masyarakat yang beragam latar belakang agama dan etnis.
“Salah satunya mengacu pada SNP-KBB yang sudah dibuat Komnas HAM,” tandasnya.
Terlebih lagi, Banjarmasin telah mendeklarasikan diri menjadi kota inklusi (ramah disabilitas dan ramah anak), kota toleran dan lain sebagainya.
Karena itu harapannya, Festival HAM tidak dimaknai sebagai perayaan sesaat. Tapi lebih dari itu. Benar-benar membuat kota Banjarmasin sebagai rumah yang aman dan nyaman buat semua.
“Sehingga julukan kota Ramah HAM bagi Banjarmasin, pantas untuk disematkan,” imbuh Rafiqah.
Sebagai keynote speaker dalam talkshow , Dr H Nifasri, MPd, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Setjen Kementerian Agama RI. Narasumber, M Choirul Anam Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Pegiat Kerukunan dari LK3, Noorhalis Majid, dan H Lukman Fadlun, Kabag Hukum Pemko Banjarmasin. Kegiatan ini juga bisa diikuti melalui kanal youtube dan facebook LK3Banjarmasin. (oie/foto: ist)