BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, mengingatkan satuan kerja (satker) dalam kegiatan penyerapan anggaran agar lebih efektif, efisien dan selektif prioritas, guna mengantisipasi temuan-temuan wasrik yang berkaitan masalah anggaran.
Oleh sebab itu apabila para pengemban fungsi pengelolaan keuangan mendapat hambatan dan kurang memahami, agar dapat berkoordinasi dengan pembina fungsi di tingkat polda.
Kapolda mengingatkan itu dalam sambutan usai memimpin acara penyerahan DIPA, RKA-K/L TA 2021 dan penandatanganan pakta integritas satker di Aula Mathilda Batlayeri, Selasa (29/12).
Dalam acara ini kapolda di dampingi Wakapolda Brigjend Pol M Agung Budijono, kegiatan dihadiri Irwasda beserta seluruh pejabat utama, Kapolresta Banjarmasin, Kapolres Banjarbaru dan Kapolres Banjar.
Penyerahan DIPA TA 2021 merupakan proses lanjutan dari presiden kepada kementerian atau lembaga dan para gubernur serta dari gubernur ke kepala satker yang ada di wilayah.
Menurut Irjen Rikwanto, DIPA satker merupakan produk akhir hasil proses perencanaan kebutuhan anggaran yang dimulai dari penyusunan pagu ideal, pagu indikatif, pagu anggaran dan pagu alokasi.
Selain itu, DIPA merupakan pedoman bagi KPA (kuasa pengguna anggaran) dalam menggunakan anggaran di masing-masing satker.
Untuk 2021, anggaran Polda Kalsel mengalami kenaikan sebanyak 8,83 persen dibandingkan DIPA awal 2020. Anggaran akan dialokasikan ke dalam lima program, yakni profesionalisme SDM Polri, penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, modernisasi almatsus dan sarana prasarana Polri, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta dukungan manajemen. (oie/foto: ist)