PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Kasus trappiking atau perdagangan orang dengan korban di bawah umur, diungkap jajaran Ditreskrimum Polda Kalteng berikut meringkus dua mucikarinya.
TKP seputaran Kota Cantik Palangka Raya itu, diungkap setelah menerima laporan warga. Para korban dijual untuk dijadikan pemuas nafsu budak narkoba.
“Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kali ini kami ungkap berdasarkan adanya laporan masyarakat,” tandas Wadireskrimum Polda Kalteng, AKBP Arie SZ Sirait, dalam jumpa pers, Kamis (8/4).
Menurut AKBP Arie yang dalam temu media didampingi Kabidhumas Kombes Pol K Eko Saputro, untuk membongkar kasus trappiking, petuga mengelabuinya dengan pemesanan lewat aplikasi Michat melalui mucikari FA (26) dan disepakati harga Rp 250 ribu.
“Setelah terjadinya kesepakatan, kami berhasil menemukan seorang perempuan di bawah umur, WN (16) di sebuah wisma. Dalam penggerebekan, kami juga menangkap dua mucikarinya, FA dan RH (18),” jelas AKBP Arie.
Dari hasil pemeriksaan sementara, sambung AKBP Arie, TPPO telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Bahkan para korban bisa melayani ‘pasien’ lima orang dalam satu malam setelah mengkonsumsi sabu.
“Untuk kasus sabu, sudah dikoordinasikan ke ditresnarkoba guna pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Arie.
Selain trappiking itu, Ditreskrimum Polda Kalteng juga mengungkap kasus penipuan dengan menangkap dua tersangkanya.
“Pada kasus penggelapan, bermula dari laporan Made Megawati, pihak PT Lestari Sukses Mandiri (LSM) terkait adanya menerima orderan barang dari terlapor, RH (49) dan NW (45),” ungkapnya.
Sebelumnya, kedua belah pihak telah melakukan beberapa kali transaksi. Tetapi pada orderan terakhir, 10 Oktober 2020, terlapor tidak lagi membayar barang yang telah diorder.
“Bagitupun dicek biliyet giro (bg) atas nama Wiji Asih yang diberikan terlapor, ternyata kosong. Akibat kasus ini korban mengalami kerugian Rp 837.425.000. Sedang kedua pelaku ditangkap di wilayah Manado, Sulawesi Utara,” papar Arie. (din/foto: ist)
Klik tombol dibawah untuk melihat video terbaru kami. Kemudian refres laman ini.