BANJARMASIN, banuapost.co.id– Alih-alih klarifikasi dengan laporan telah melakukan politisasi masjid dan laporan lainnya, cagub Denny Indrayana malah datang ke Bawaslu Kalsel, Sabtu (10/4), melaporkan berbagai dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu kandidat.
Bersama tim hukum dan sejumlah relawan, calon nomor urut 02 ini tidak membawa dokumen apa pun terkait pelaporannya. Kecuali benda dari ayaman purun bertuliskan ‘Paman Bakul’.
Denny mensinyalir maraknya politik uang. Sebagaimana informasi yang didapat timnya, di daerah Pemungutan Suara Ulang (PSU) ditemukan berbagai macam modus pelanggaran, seperti pembagian bakul berisi sembako.
Meski tidak bertuliskan Paman Birin dan diganti dengan: ‘Paman Bakul’, Denny merasa itu hanya manipulatif.
“Ditambah semalam tim mendapatkan info di daerah Tambak Baru sudah ada 100 bakul siap untuk dibagikan,” katanya.
Begitupun dengan stiker yang menempel di rumah warga, menjadi perhatian Denny. Meski stiker tersebut tertulis: “Ayo ke TPS”, itu salah satu modus politik uang. Karena di stiker, tertulis juga angka yang menunjukan jumlah pemilik suara di rumah tersebut.
Denny juga mengeluhkan adanya keterlibatan aparat negara hingga ke aparat desa, untuk memenangkan salah satu paslon. Informasi itu, ada mantan kepala dinas yang berdomisili di Jakarta mengumpulkan kepala dinas untuk memenangkan calon lainnya.
“Anehnya, Bawaslu Kalsel seperti diam saja melihat semua itu dan tidak bertindak apa pun. Ini bawaslu memihak salah satu paslon atau bagaimana,” katanya.
Menanggapi pemanggilan dirinya ke bawaslu yang tidak pernah dihadiri, Denny mengaku sebagai bentuk protesnya agar bawaslu lebih netral dan cepat bekerja.
“Ngapain datang kalau kerjanya masih seperti ini. Mending yang lain aja datang, seperti kuasa hukum. Saya datang kalau bawaslu kerjanya lebih profesional, lebih baik dan lebih indenpenden. Mending saya melapor ke Bawaslu RI saja.” tandasnya. (emy/foto: ist)