BANTEN, banuapost.co.id– Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo didaulat meresmikan gedung baru Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Fallah di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak-Banten, Sabtu (10/4).
Di pusat pendidikan Agama Islam itu, kapolri disambut hangat. Bahkan pimpinan ponpes, KH Muhammad Suryana, menyambut mantan Kapolda Banten tersebut dengan pengalungan sorban.
Bangunan yang diresmikan, yaitu sebuah gedung tiga lantai yang akan digunakan untuk keperluan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah.
Lantai satu bangunan itu akan digunakan untuk kamar asrama putri, lantai dua untuk asrama putri dan kegiatan majelis. Sementara lantai tiga digunakan untuk asrama pria dan perpustakaan.
Gedung baru di atas lahan seluas 9.000 meter persegi itu, menghabiskan dana sekitar Rp 1,6 Miliar.
Salah seorang pengurus Pesantren Salafiyah Tajul Falah, H Ade Ruhandi, mengaku Jenderal Listyo Sigit banyak membantu proses pembangunan sejak menjadi Kapolda Banten.
“Kapolri Jenderal Sigit memang punya kedekatan dengan Pesantren Salafiyah Tajul Falah,” jelas H Ade Ruhandi.
Karena adanya chemistry dengan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah, sambung H Ade, kapolri diminta untuk meresmikan bangunan baru.
“Saat menjabat Kapolda Banten, Pak Listyo Sigit cukup luar biasa perhatiannya kepada tokoh agama, ulama, termasuk kepada pimpinan dan Pesantren Salafiyah Tajul Falah,” tandasnya.
Bahkan Jenderal Listyo Sigit dalam memberi perhatian terhadap pentingnya pendidikan, lanjut H Ade Ruhandi, tidak pernah memilah-milah mana pendidikan umum dan pendidikan pesantren.
“Perhatian Pak Sigit terhadap sarana dan prasarana keagamaan sungguh luar biasa, dan bantuannya kepada Pesantren Salafiyah Tajul Falah ini juga sungguh luar biasa,” imbuhnya.
Menurut H Ade Ruhandi, dulu bangunan ponpes hanya menggunakan bambu dan kayu. Namun sejak Listyo Sigit menjadi Kapolda Banten, 2016, sudah membantu untuk membangun gedung satu lantai.
Selanjutnya ketika menjadi Kadiv Propam Polri, pembangunan belum dilanjutkan. Namun setelah menjadi Kabareskrim, Jenderal Sigit bertanya pembangunan pesantren sudah sejauh mana.
“Waktu itu kami mohon doanya untuk pembangunan lantai dua dan lantai tiga. Ternyata, Pak Listyo Sigit langsung membantu. Jadi seluruh kebutuhan dari mulai besi, semen, keramik dan lainnya, semua dari Pak Listyo Sigit saat menjabat Kabareskrim,” papar H Ade Suhandi. (yb/*/foto: ist)