BANJARBARU, banuapost.co.id– Komando Resimen Militer (Korem) 101/Antasari kerahkan 575 personel untuk amankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, 9 Juni mendatang.
Ke-575 personel itu, 300 dari Kodim 1006/Mtp, 125 Kodim 1007/Bjm dan 60 Kodim 1010/Rantau. Sedang sisanya, 90 personel Korem 101/Antasari.
“Di samping itu juga dipersiap personel cadangan dari Yonif 623/BWU apabila ada gejolak panas di lapangan,” jelas Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Firmasyah.
Danrem mengemukakan jumlah personel tersebut ketika memberikan paparan di rapat koordinasi (rakor) Forkopimda Kalsel tentang gambaran pelaksanaan pengamanan PSU, Rabu (2/6). Rakor yang berlangsung di Gedung KH Idham Chalid,
Dikerahkannya personel TNI, lanjut danrem, sebagai bentuk dukungan dan sinergitas dengan Polda Kalsel untuk mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi di ratusan kecamatan di tiga kabupaten tersebut.
“Begitupun dengan netralitas TNI/Polri, jangan diragukan. Siapa pun yang terpilih, itu merupakan pilihan rakyat dan menjadi pemimpin rakyat Kalimantan Selatan yang nantinya juga akan menjadi mitra kami di forkopimda,” tegas Danrem.
Sebelumnya, Pj Gubenur Safrizal ZA dalam sambutannya menjelaskan sistem pelaksanaan dan penyelenggaraan PSU yang dilakukan di 827 TPS, akan ditangani KPU dan Bawaslu.
“PSU yang dilaksanakan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan Tapin, harus dilakukan secara jujur, adil dan sehat,” ujarnya.
PSU di Bumi Lambung Mangkurat ini, sambung Sarizal, merupakan PSU terbesar jika dibandingkan dengan sejumlah daerah yang juga melaksanakan.
“Oleh sebab itu kita bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaannya, termasuk keamanan di bidang protokol kesehatan. Karena kita masih dalam situasi pandemi Covid-19,” katanya.
Khusus TNI-Polri, lanjut Dirjen Bina Adwil Kemendagri ini, difokuskan untuk membantu kelancaran dan keamanan pelaksanaannya. (oie/foto: ist)