ROMA, banuapost.co.id– Partai pembuka Grup A Piala Eropa 2020, Italia hadapi Turki di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (12/6) dini hari pukul 03:00 Wita.
Italia kembali tampil di turnamen besar setelah gagal ke Piala Dunia 2018. Dalam perjalanannya ke Piala Eropa 2020, Tim Azzurri tak terkalahkan sejak September 2018. Dalam 27 pertandingan terakhirnya, mereka mencatat 22 kemenangan dan lima hasil imbang.
Pelatih tim nasional Italia, Roberto Mancini, mengaku sangat percaya diri menatap Piala Eropa 2020. Ajang ini sekaligus jadi awal era baru Italia.
“Saya percaya diri tiga tahun lalu ketika saya tiba. Sekarang jadi makin percaya diri,” ujar Mancini dalam konferensi pers seperti dilansir Football Italia.
“Kami bekerja dengan baik, kami punya pemain-pemain bertalenta, dan rasa kesatuan. Kami menikmatinya dan kami ingin terus seperti itu.”
“Kalau pada akhirnya kami bisa sampai ke London, kita akan membicarakannya, tapi saya merasa sangat percaya diri.”
Meski demikian, Mancini berharap anak asuhnya bisa mengatasi tekanan laga perdana. Karena pertandingan pembuka selalu jadi yang paling sulit. Terlebih lagi Turki dipenuhi pemain berbakat.

“Kami harus menyingkirkan tekanan dan tidak berpikir soal hal lain, fokus ke tugas kami dan apa yang harus kami selesaikan,” ucap Mancini.
Sementara Turki sudah menganalisis kekuatan dan kelemahan calon lawannya, terutama bagi Hakan Calhanoglu, Merih Demiral dan Kaan Ayhan.
Gelandang Turki, Calhanoglu berkarier di AC Milan. Sementara Merih Demiral di Juventus, dan Kaan Ayhan di Sassuolo. Karena itu, pertandingan melawan Italia spesial buat ketiganya.
“Ini akan jadi pertandingan spesial buat kami. Secara pribadi, makin spesial buat saya karena dimainkan di Italia,” ujar Calhanoglu dalam konferensi pers seperti dilansir Football Italia.
“Saya sangat senang akan menghadapi beberapa teman setim di klub. Kami sudah menunggu lama untuk momen ini dan bekerja sangat keras, karena kami berharap bisa mewakili Turki dengan terhormat.”
Calhanoglu menilai Italia punya kekuatan yang merata di setiap lini. Meski demikian, gelandang 27 tahun itu tidak gentar.
“Kami menganalisis kekuatan dan kelemahan. Mereka punya pelatih yang kuat, tapi tidak mudah buat kami untuk sampai ke sini. Turki juga punya pemain-pemain yang kuat dan kami memprediksi pertandingan akan berjalan menarik,” katanya. (yb/*/foto: gog)