AMSTERDAM, banuapost.co.id– Duel sengit akan membuka rangkaian 16 besar Piala Eropa 2020/2021. Wales vs Denmark di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Sabtu (26/6) malam pukul 00:00 Wita. Pertandingan disiarkan secara langsung RCTI Group (MNC dan INews).
Pasalnya, pelatih Robert Page sudah melancarkan perang urat syaraf ke kubu lawan. Suksesor Ryan Giggs ini, mengklaim keberhasilan anak asuhnya lolos dari Grup A membuktikan tim sudah berkembang pesat.
The Dragons, julukan Timnas Wales, dinilainya sudah jauh membaik ketimbang beberapa tahun belakangan. Bahkan Page merasa serangan balik Wales selain salah satu yang terbaik di Eropa, juga sangat mematikan. Transisi dari bertahan ke menyerang yang dilakukan Gareth Bale dan kolega, sudah sempurna.
“Kami penuh percaya diri. Kami tahu kami bisa melukai tim mana pun,” ujar lelaki berusia 46 tahun itu, sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA, Jumat (25/6).
“Seperti yang saya katakan kepada para pemain, mereka (Denmark), harus menunjukkan rasa hormat kepada kami. Jika saya pelatih lawan, saya akan sangat menghormati apa yang dimiliki tim ini (Wales),” lanjutnya.
Kesan pongahnya Page tentu sangat beralasan, karena berkaca pada kiprah selama fase grup. Wales mencatatkan masing-masing satu kali kalah, menang dan imbang. Sebaliknya Denmark, hanya menorehkan satu kemenangan dan dua kekalahan.
Terlepas dari perang urat syarat yang dilontarkan Page, Wales versus Denmark juga jadi ajang pembuktian duo kiper Leicester, Danny Ward dan Kasper Schmeichel. Namun beda nasib.
Kasper Schmeichel adalah pilihan utama Leicester saat dikomandoi Brendan Rodgers. Sedang Danny Ward, kerap tampil di bangku cadangan. Pemandangan yang jauh berbeda dari segi jam terbang.
Hal itu ternyata bukan yang pertama bagi Danny Ward. Dia selalu terpinggirkan dalam tim utama dan lebih sering menjadi pemain cadangan.
Saat berada dalam kontrak dengan Liverpool kurun waktu 2012 hingga 2018, Ward hanya tampil 3 laga. Bahkan dia sempat merasakan peminjaman ke Morecambe, Aberdeen dan Huddersfield Town dalam kurun waktu tersebut.
Setelah hijrah ke Leicester pada 2018, Ward hanya tampil dalam 14 laga di seluruh kompetisi. Konyolnya lagi, dia belum pernah diturunkan sama sekali di kancah Premier League untuk The Foxes. Kondisi ini tak lepas dari peran Schmeicel yang tampil gemilang dan selalu menjadi pilihan utama Rodgers.
Begitupun di Timnas Wales, Ward harus menunggu hingga umur 28 tahun untuk bisa menjadi kiper nomer 1. Sebelumnya posisi tersebut dihuni Wayne Hennessey, pemegang rekor 96 caps penampilan.
Beruntung bagi Ward, Hennessey mengalami cedera paha pada November tahun lalu ketika Wales melakoni laga persahabatan lawan Amerika Serikat.
Laga lawan Denmark ini, Ward akan melakoni laga ke-17-nya bersama Wales. Pada babak penyisihan grup, Ward cukup berperan. Dia melakukan 14 penyelamatan gemilang dan hanya kebobolan dua gol.
Lalu siapa yang lebih kokoh menjaga gawang dari kebobolan pada laga akhir pekan nanti ini. Danny Ward ataukah Kasper Schmeichel? Saksikan siaran langsungnya di RCTI Group (MNC dan INews). (yb/ilust: gog)