JAKARTA, banuapost.co.id- Sepanjang Jumat (30/7), dari 252.184 spesimen corona yang diperiksa, didapat sedikitnya 41.168 warga terkonfirmasi positif terinfeksi. Dengan tambahan itu, total Covid-19 di Indonesia tercatat jadi 3.372.374 kasus. 549.343 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, dihari ini pula kesembuhan dilaporkan sebanyak 44.450 pasien. Sehingga totalnya menjadi 2.730.720 orang.
Sementara yang meninggal dunia, ada tercatat 1.759 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 92.311 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 278.546 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Kamis (29/7), tercatat ada penambahan 43.479 kasus positif virus corona. 45.494 pasien di antaranya sembuh, dan 1.893 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 41.168 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 6.912, Jawa Timur: 5.210, Jawa Tengah: 4.502, DKI Jakarta: 3.454, Kalimantan Timur: 2.364, DI Yogyakarta: 1.932, Riau: 1.667, Sumatera Utara: 1.425, Bali: 1.365 kasus.
Kemudian: Banten: 1.209, Sulawesi Selatan: 1.082, Sumatera Selatan: 1.002, Kalimantan Selatan: 958, Sumatera Barat: 873, Nusa Tenggara Timur: 722, Sulawesi Tengah: 463, Bangka Belitung: 598, Lampung: 569, Kepulauan Riau: 539, Kalimantan Utara: 508 kasus.
Disusul: Sulawesi Utara: 452, Kalimantan Barat: 431, Bengkulu: 399, Jambi: 374, Nusa Tenggara Barat: 342, Papua: 330, Kalimantan Tengah: 247, Aceh: 240, Gorontalo: 186, Papua Barat: 184, Maluku Utara: 156, Sulawesi Barat: 123, Sulawesi Tenggara: 121, Maluku: 49 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)