PELAIHARI, banuapost.co.id– Bupati Tanah Laut, H Sukamta, mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah.
Imbauan dikemukakan bupati saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-74 2021 di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Tala, Senin (2/8).
Menurut bupati, sehebat apa pun program yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju perkembangan Covid-19, termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tidak akan berpengaruh kalau masyarakat tidak mendukung.
Imbauan bupati tersebut tidak terlepas dari makin tingginya warga Tala yang terpapar Covid-19 sepanjang 2021 ini. 2020 sejak pertama ditemukan di Tala, jumlah warga yang terpapar sampai Desember 2020 tercatat 1.469 orang.
Sedang dari Januari 2021 hingga 2 Agustus 2021, jumlah warga Tala yang positif terpapar covid-19 mencapai 3.889 orang. Hingga total warga Tala yang terkonfirmasi positif berjumlah 5.358 orang, selisih mencapai 400 persen lebih.
Sementara itu jumlah warga Tala yang saat ini masih menjalani perawatan per 2 Agustus 2021, berjumlah 713 orang dan meninggal 133 orang.
Akibat tingginya jumlah warga yang terkonfirmasi positif, Fasilitas Pelayanan Khusus atau Karantina Terpusat, hanya akan menerima warga yang bergejala. Sedangkan yang tidak bergejala, dapat menjalani isolasi mandiri di bawah pengawasan tim medis dimana pasien berdomisili.
Demikian juga dengan RSUD Hadji Boejasin, rumah sakit rujukan Covid-19 itu, sampai Ahad (1/8) merawat 103 orang dari kapasitas awal hanya menyediakan 40 tempat tidur.
Tingginya lonjakan pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), membuat ruangan tidak sanggup menampung. Sehingga terjadi antrean sebelum pasien dikirim ke ruang perawatan atau isolasi.
Mengatasi hal tersebut, pihak RSHB mengatasinya dengan mendirikan tenda di depan ruang IGD, terutama untuk pasien yang diduga terpapar Covid-19. Karena selain pasien Covid-19, IGD juga melayani pasien penyakit umum lainnya.
Bahkan bupati menyaksikan langsung antrean warga yang ingin mendapatkan pemeriksaan dari petugas di IGD pada Ahad (1/8) tengah malam, dan melihat pemasangan tenda milik BPBD Tala itu.
“Saya tadi malam melihat langsung antrean pasien di IGD, sehingga perlu tenda untuk menampung sementara pasien,” ujar Kamta, sapaan akrabnya.
RSHB dan Fasyansus saat ini terpaksa memilah pasien yang harus masuk karantina, terutama yang bergejala. Sedang yang tidak bergejala, diminta untuk menjalani isolasi mandiri.
“Jadi bukan rumah sakit menolak. Tetapi yang masih bisa dirawat di rumah, sebaiknya dirawat di rumah. Nanti dari dokter-dokter puskesmas yang melakukan kunjungan ke rumah terhadap mereka-mereka yang terpapar Covid-19,” jelas bupati.
“Untuk rakyat Tanah Laut, Covid-19 ini membahayakan, tolong protokol kesehatan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hal yang tidak perlu, seperti kumpul-kumpul dihindari. Gunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas tetap laksanakan secara ketat dan bersama-sama. Ini gotong royong kita tangani Covid-19,” pungkasnya. (zkl/foto: diskominfo)