JAKARTA, banuapost.co.id– Dari 200.250 spesimen corona yang diperiksa sepanjang Sabtu (21/8), didapat 16.744 warga positif terinfeksi. Akibat tambahan itu pula, Akibat tambahan sejumlah itu, Covid-19 di Indonesia totalnya menjadi 3.967.048 kasus. 319.658 pasien di antaranya masih dirawat.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 23.011 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret lalu jadi 3.522.048 orang.
Sementara di hari yang sama ini pula, korban yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini bertambah 1.361 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 125.342 kasus.
Sedang untuk suspek atau cikal bakal kasus baru, pemerintah masih memantau terhadap 268.065 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provini.
Sebelumnya, Jumat (20/8), tercatat total 3.950.304 kasus positif virus corona. 3.499.037 pasien di antaranya sembuh dan 123.981 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 16.744 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Timur: 2.122, Jawa Barat: 1.747, Jawa Tengah: 1.236, Sumatera Utara: 1.189, DI Yogyakarta: 930, DKI Jakarta: 891, Bali: 849, Kalimantan Selatan: 705, Kalimantan Timur: 657, Riau: 610 kasus.
Kemudian: Sulawesi Selatan: 551, Sulawesi Tengah: 546, Sumatera Barat: 532, Bangka Belitung: 393, Aceh: 382, Nusa Tenggara Timur: 377, Banten: 374, Jambi: 321, Lampung: 319, Kalimantan Barat: 265, Kalimantan Utara: 241 kasus.
Disusul: Sumatera Selatan: 236, Sulawesi Utara: 215, Kepulauan Riau: 203, Papua: 187, Kalimantan Tengah: 179, Nusa Tenggara Barat: 134, Sulawesi Barat: 109, Bengkulu: 71, Sulawesi Tenggara: 58, Gorontalo: 47, Maluku Utara: 35, Papua Barat: 22, Maluku: 11 kasus.

Terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti melakukan vaksinasi, memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)