BANJARBARU, banuapost.co.id– Korban meninggal akibat Covid-19 di Kalsel naik menjadi 3.21 persen. Sedang totalnya sepanjang pandemi tercatat 2.062 kasus per Rabu (25/8) setelah ada penambahan sebanyak 44 kasus. Padahal se hari sebelumnya hanya 22 orang.
Ke-44 korban tersebut berasal dari Banjarmasin: 24, Banjarbaru: 6, Tapin: 4, Tabalong dan Tanah Laut: masing-masing 3, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Banjar: masing-masing 2 orang.
Sementara korban terinfeksi Covid-19 bertambah 466 orang. Sehingga totalnya menjadi 64.209. Namun 10.096 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Menurut data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, hari ini ada penambahan 682 pasien sembuh. Sehingga totalnya jadi 52.051 orang.
Berikut sebaran ke-466 kasus positif baru yang dilaporkan 13 kabupaten/kota: Tanah Laut: 91, Banjarmasin: 80, Tabalong: 60, Banjarbaru: 44, Tanah Bumbu: 42, Hulu Sungai Tengah (HST): 40, HSU: 32, Kabupaten Banjar: 22, Hulu Sungai Selatan (HSS): 16, Barito Kuala, Tapin dan Balangan: masing-masing 11, Kotabaru: 6 orang.
Sedang sebaran ke-682 kasus sembuh (Banjarmasin dan Tanah Bumbu nihil): Kabupaten Banjar: 171, Tanah Laut: 154, HSS: 80, Banjarbaru: 71, Barito Kuala: 60, Tabalong: 45, HST: 30, Balangan: 28, Kotabaru: 21, HSU: 20, Tapin: 2 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan Covid-19 di Kalsel mencapai 81,06 persen dan dirawat 15,72 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)