BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sebagai pembina, DPRD Kalsel, khususnya komisi II, bahas kinerja Bank Kalsel ke depan dengan jajaran direksi BPD tersebut, Kamis (9/9).
Rapat kerja kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, Juli lalu, dimana dipaparkan kembali kinerja terkini dan langkah-langkah strategis pemenuhan ketentuan Modal Inti Minimum (MIM), sebagaimana aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Alhamdulillah, kerja keras seluruh insan Bank Kalsel membuahkan hasil yang menggembirakan. Posisi aset per 31 Juli tumbuh sebesar 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditunjang dengan meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), dimana per 31 Juli itu mampu mencatatkan tumbuh 0,58 persen,” jelas Plt Dirut Bank Kalsel, IGK Prasetya.
Strategi kedua,lanjut Praseya, optimalisasi biaya dengan mengatur pengeluaran berdasarkan skala prioritas dalam mendukung kinerja bank di masa pandemi.
Sedang strategi ketiga, yakni menjaga kredit yang berkualitas baik dan mengoptimalkan penagihan kredit non performing. Hal ini dalam rangka memastikan kinerja kredit Bank Kalsel dalam kondisi comply.
“Secara umum, Bank Kalsel tetap mampu menampilkan angka yang positif di masa-masa pandemi Covid-19,” kata Prasetya.
Meski demikian, lanjut Prasetya, berharap seluruh pihak, termasuk DPRD Provinsi, kabupaten dan kota, mendukung penuh upaya Bank Kalsel dalam memenuhi ketetuan MIM akhir 2024 agar Bank Kalsel semakin exist dan survive dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, memerikan apresiasi atas konsistensi Bank Kalsel menjaga angka kinerja tetap tumbuh positif yang telah ditunjukkan sepanjang 2021 ini.
“Kami mengapresiasi kinerja Bank Kalsel terkini Meski demikian, kami tetap mengingatkan agar Bank Kalsel terus memacu kinerja secara konsisten serta selalu berikan layanan yang terbaik untuk turut serta dalam upaya pemulihan ekonomi,” ujar Imam. (oie/foto: ist)