PELAIHARI, banuapost.co.id– Kawasan pantai Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, ditanami mangrove untuk menyelamatkan badan jalan dari abrasi air laut.
Kawasan ini merupakan salah satu pantai yang terdampak abrasi air laut pada pertengahan Januari lalu. Tal hanya mendekati badan jalan, tapi juga sudah merusak tujuh rumah warga.
Karena itu dengan penanaman mangrove ini, Bupati Tala H Sukamta berharapkan dapat mengurangi abrasi yang terjadi di beberapa titik di kawasan tersebut.
Mengingat penanaman mangrove sekarang ini waktu yang tepat, karena musim gelombang dan angin kencang belum tiba. Sehingga diperkirakan mampu bertahan saat musim gelombang tiba.
“Musim teduh seperti saat ini cocok untuk menanam mangrove di lokasi yang terdampak abrasi,” tandas bupati usai menanam beberapa pohon di eks obyek wisata Nyiur Ampat Desa Pagatan Besar.
Kalau mangrove nanti tumbuh di lokasi ini, lanjut bupati, maka lumpurnya akan tertarik ke luar dan dapat ditanami lagi mangrove. Sehingga jalan dapat terlindungi dari hantaman gelombang pasang.
Pada penanaman secara simbolis itu, bupati di dampingi Camat Takisung, Yudo Restanto, dan Kades Pagatan Besar, Hamberani. Hadir juga Camat Bati Bati, Rudiansyah dan Camat Panyipatan, Agus Setiyo, serta Camat Bajuin. Nahrin Fauzi.
Rencananya, penanaman mangrove akan dilanjutkan Pemerintah Desa Pagatan Besar dan masyarakat setempat, selain di lokasi Nyiur Ampat, penanaman juga dilakukan di obyek wisata Karindangan.
Seperti diketahui, medio Januari lalu jalan kabupaten Desa Tabanio dan Ibu Kota Kecamatan Takisung yang melintasi Desa Pagatan Besar, putus akibat hantaman gelombang pasang dan banjir. (zkl/foto: ist)