JAKARTA, banuapost.co.id– Warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona di Indonesia nambah 723 kasus, yang didapat dari hasil pemeriksaan 259.541 spesimen sepanjang Kamis (28/10). Dengan tambahan tersebut, totalnya jadi 4.242.532 orang. 12.440 di antaranya masih dirawat.
Sembuh di hari yang sama ini, dilaporkan ada sebanyak 984 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Mart tahunlalu menjadi menjadi 4.086.759 orang.
Sementara yang meninggal dunia, tercatat 34 pasien. Hingga kumulasinya jadi 143.333 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 7.248 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Rabu (27/10), tercatat total 4.241.809 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.085.775 orang dan yang meninggal dunia 143.229 kasus. Berikut sebaran 723 kasus baru, DKI Jakarta: 131, Jawa Barat: 111, Jawa Tengah: 88, Jawa Timur: 71, DI Yogyakarta: 30, Nusa Tenggara Timur: 30, Sulawesi Tengah: 25, Bali: 24, Sulawesi Selatan: 21 kasus.
Kemudia, Kalimantan Barat: 18, Kalimantan Timur: 17, Riau: 16, Banten: 16, Bangka Belitung: 15, Lampung: 14, Nusa Tenggara Barat: 12, Sumatera Utara: 11, Sumatera Selatan: 10, Sulawesi Utara: 9, Kalimantan Tengah: 8, Kalimantan Selatan: 8, Kalimantan Utara: 8, Aceh: 6, Papua: 6, Kepulauan Riau: 4, Sulawesi Barat: 4, Sumatera Barat: 2, Jambi: 2, Sulawesi Tenggara: 2, Gorontalo: 2, Bengkulu: 1, Maluku: 1 kasus.
Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala.

Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)