PELAIHARI, banuapost.co.id– Pemerintah Desa Panggung, Kabupaten Tanah Laut, menggelar lomba panjat pinang, Sabtu (20/9). Tidak tanggung-tanggung, 40 pohon pinang disiapkan untuk lomba tersebut.
Untuk menggelar Lomba panjat pinang dalam rangkaian HUT ke-77 Kemerdekaan RI, panitia memajang hadiah di atas pohon pinang yang sudah dilumuri gemuk hampir mencapai Rp100 juta.
Masing-masing Rukun Tetangga (RT) yang ada di Desa Panggung bertanggung jawab mengisi hadiah satu pohon pinang, staf desa satu pohon, BPD 1 pohon, dusun 1 pohon dan beberapa pohon lainnya diisi baik perorangan dan perusahaan perhotelan yang ada di Desa Panggung.
Lomba panjat pinang yang terbanyak di Kabupaten Tala ini, mendapat sambutan antusias warga Desa Panggung dan sekitarnya. Bahkan ada sekitar seribu pengunjung yang menyaksikan lomba yang dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19.
Jumlah 40 pohon pinang ini merupakan yang terbanyak digelar Desa Panggung, sebelumnya hanya 24 pohon dan 29 pohon.
Menurut Kepala Desa Panggung, Hidayat, acara ini digelar untuk menghibur warga Desa Panggung dan sekitarnya, karena panjat pinang ini sudah dua tahun ridak digelar.
“Warga kami antusias menggelar lomba panjat pinang yang sempat tertahan selama dua tahun akibat Covid-19,” kata Kades Panggung.
Begitupun hadiah yang dipasang, sambung Hidayat, hasil swadaya warga desa mulai dari RT, Dusun, BPD, perangkat desa dan termasuk dirinya ikut menyiapkan hadiah.
“Acara peringatan HUT RI ini kami gelar sejak Jumat dan akan berakhir Minggu dengan lomba naik pinang putri,” jelas Hidayat.
Sementra Bupati Tala, H Sukamta, mengaku sangat mendukung apa yang dilaksanakan Pemerintah Desa Panggung dan warganya dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI.
“Saya apresiasi kepada Kades Panggung sebagai inisiator kegiatan ini, juga kepada warganya yang siap bergotong-royong menggelar panjat pinang,” kata bupati.
Pada kesempatan itu, bupati yang didampingi Ketua TP PKK Tala menyerahkan beberapa macam hadiah kepada panitia.
Banyaknya pengunjung yang datang menyaksikan lomba panjat pinang terbesar di Tala ini, membuat panitia kewalahan mengatur parkir dan arus lalulintas. Karena kantor Desa Panggung berada di ruas jalan Trans-Kalimantan. Jalan sempat macet saat pengunjung meninggalkan lokasi panjat pinang. (zkl/foto: ist)