KOTBARU, banaupoat.co.id– Sebuah kapal nelayan di Kabupaten Kotabaru, Jumat (23/12), tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Tanjung Kunyit Pulau Laut Barat. Tiga awak kapal ditemukan selamat, dua lainnya dalam pencarian.
Kapal nelayan dengan nama lambung KM Diana asal Segumbang Kecamatan Batulicin, Tanah Bumbu, diperkirakan tenggelam akibat dihantam gelombang dan angin kencang sekitar pukul 10:00 Wita saat berada diperairan antara Tanjung Kunyit, Pulau Laut Barat dan Pulau Marabatua, Kecamatan Pulau Sembilan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Polairud Tanjung Selayar, tiga korban ditemukan selamat, Mereka, Aidil ditemukan di pesisir Desa Tanjung Tengah, Kecamatan Tanjung Selayar, Jumat petang sekitar pukul 18:00 Wita. Sementara Arsyad, ditemukan di atas bagan di Desa Tengah. Keduanya langsung dibawa ke Pos Polairud Tanjung Selayar.
Sedang Ardian yang juga nahkoda kpal, menyelamatkan diri dengan naik ke atas tongkang yang kandas di pesisir Desa Tanjung Tengah. Ardian pun Sabtu (24/12) sekitar pukul 12:07 Wita. langsung diantar ke Pos Polairud bergabung dengan dua rekannya yang sudah ditemukan duluan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin mendapatkan informasi adanya kapal tenggelam di perairan antara Tanjung Kunyit dengan Pulau Marabatuan itu , Sabtu (24/12) sekitar pukul 08:05 Wita.
Mendapatkan laporan itu kemudian Kantor Pencarian dan pertolongan Banjarmasin langsung mengerahkan Tim SAR Menuju lokasi melalui Pos SAR Kotabaru menggunakan armada RIB.
Pada pukul 12:07 Wita, Tim Rescue Pos SAR Kotabaru berhasil menemukan satu korban dalam keadaan selamat atas nama Ardian (36), Juragan kapal tersebut, Ardian di temukan berada di atas Kapal Tongkang yang kandas.
“Kami berhasil menemukan satu korban selamat.Korban berenang dan naik di tongkang yang kandas di sekitar tanjung pelayar. Ketika kita sampai mendekati korban, dari RIB langsung kita Berikan ring buoy mendekati korban, dan korban langsung melompat menuju ring buoy dan langsung kita evakuasi ke atas RIB kita” jelas Adi Maulana, Koordinator Pos SAR Kotabaru yang ikut dalam pencarian.
Sementara, menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, untuk korban selamat langsung dievakuasi menuju Posko SAR Gabungan yang berada di Pos Polairud di Tanjung Selayar bersama 2 korban selamat lainnya, dan kami akan lanjutkan pencarian 2 orang korban yang masih belum ditemukan,” kata Al Amrad saat dikonfirmasi, Sabtu (24/12).
Al Amrad berharap tim SAR berhasil menemukan kedua nelayan lainnya, Acing (40) dan Mansyah (40) dalam keadaan selamat.
Sebelumnya, peringatan dini sudah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsudin Noor Banjarmasin dan disebarkan Syahbandar yang isinya cuaca buruk atau ekstrim akan terjadi di perairan Tenggara dan Selatan Kalimantan Selatan. Tinggi gelombang dapat mencapai 6 meter dan kecepatan angin sampai 26 knot. (zkl/foto: basarnas)