BATULICIN, Banuapost.co.id- Workshop fotografi dengan konsep sembari berwisata, kembali digelar Komunitas Pegiat Gambar Tanah Bumbu, Sabtu (16/12). Pelatihan fotografi human interest (HI) berlangsung di pantai wisata Jo Cemara di Desa Pulau salak.
Sedikitnya 50 fotografer muda Tanah Bumbu ambil bagian dalam even yang dikemas menarik ini. Kegiatan ini didukung Segaris Senyum Gemilang Foundation.
Selain belajar teori dari pemaparan narasumber, pelatihan ini juga sekaligus praktik dan bedah karya. Sehingga peserta benar-benar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Bertindak selaku narasumber Muzakkir Munzir wartawan Banuapost.co.id.
Dalam paprannya, Muzakkir yang akrab disapa Bang Zak ini menjelaskan jika fotografi HI merupakan seni bercerita humnity melalui gembar. Setiap foto harus memiliki cerita dan pesan yang dapat menggugah perasaan orang yang melihat hasil karya foto.
“Jika foto HI kalian dicermati orang, berarti ada perasaan pemerhati yang tergugah. Itu foto yang bagus. Ini menjadi tantangan bagi fotografer untuk menghasilkan foto yang berbicara,” jelas Bang Zak.
Untuk menjadi fotografer HI yang teruji instingnya, memang tidak bisa instant. Fotografer harus terus berlatih dan mengasah kepekaannya terhadap objek foto. Hal tersebut karena ilmu fotografi merupakan keterampilan, sehingga harus terus dilatihkan dan dieksplorasi.
Bang Zak yang juga merupakan pengurus Komunitas Pegiat Gambar ini mengajak peserta workshop untuk terus mengambangkan kreativitas dan sinergitas. Tanah Bumbu memiliki potensi wisata dan budaya yang luar biasa, membutuhkan insan kreatif untuk mempublikasikannya.
“Kalo bukan kita siapa lagi yang dapat membantu mendongrak dan mempromosikan daya tarik daerah kita. Mari menghimpun energi untuk kemajuan bersama,” tandasnya.
Founder Segaris Senyum Gemilang Foundation, Argu Sukriawan mengapresiasi kegiatan yang mengasah skil dan kreatifitas insan muda ini. Kegiatan positif semacam ini menurutnya perlu perhatian khusus oleh pihak-pihak terkait.
“Kegiatan ini selain mengasah kratifitas, sekaligus langsung mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah karena konsepnya pelatihan sambil berwisata. Ini sangat positif dan patut didukung,” ujar Argu yang juga dikenal sebagai aktivis kepemudaan ini.
Kedepan Argu berharap kegiatan semacam ini dapat dikoneksikan dengan program pemerintah daerah agar skala dan cakupannya bisa lebih luas. Selain itu ia berharap ada pengembangan atau tindak lanjut dari kegiatan ini.
“Jangan putus sampai di sini, seharusnya ada stimulan untuk tindak lanjutnya. Bila perlu dikerjasamakan dengan pemerintah karena kegiatan ini sangat mendukung program pemerintah,” saran Argu.
Untuk diketahui pelatihan dengan konsep berwisata ini menjadi program tahunan Komunitas Pegiat Gambar. Tahun sebelumnya dilangsungkan di kawasan wisata mangrove Pulau Burung Kecamatan Simpang empat. Kopiambar sebagai Lembaga berinklusi sosial senantiasa aktif menyelanggarakan kegiatan terutama di bidang keliterasian dan pendidikan. (uza/foto:ist)