PELAIHARI– Sepanjang 2018, sedikitnya 104 warga Tanah Laut terpapar demam berdarah dengue (DBD). Jumlah ini, sebagaimana data Dinas Kesehatan setempat, lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya (2017) yang hanya 93 kasus.
Karena itu untuk memutus penyebaran nyamuk pembawa virusnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tala melakukan fogging fokus.
Fogging fokus dilakukan karena sifatnya bukan untuk pencegahan, melainkan untuk membasmi tempat-tempat nyamuk aedes aegyfti bersarang dengan pengasapan dilakukan dua kali dalam satu minggu.
Pada fogging yang dilakukan petugas Dinkes Tala, Selasa (8/1), berada di tiga titik. Mulai di Jl Dua Mas Putra, Kompleks Citra Berkat Permai, Jl Manunggal dan Balirejo semuanya di kelurahan Angsau.
Sasaran fogging mulai dari WC, kamar tidur, dapur, samping rumah atau timbunan barang bekas hingga selokan.
Menurut Sutrisno, Ketua RT 4 B Jl Dua Mas Putra, adanya fogging di lingkungan RTnya karena ada empat warga yang positif terpapar DBD.
“Untuk menghindari kejadian yang lebih fatal, kami menghubungi Dinas Kesehatan,” kata Sutrisno yang juga anggota TNI-AD di Kodim 1009 Pelaihari.
Sedang Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (KASI P2M) Dinkes Tala, Hadiansyah Noor, mengatakan, fogging dilakukan di tiga tempat berbeda. Karena ketiga lokasi itu ada warganya yang terpapar DBD.
Selain di Jl Dua Mas Putra yang terdapat empat warga kena DBD, di Jl Manunggal terdapat tiga kasus dan di RT 18 Jl Balirejo terdapat lima kasus.
Fogging kali ini, kata Hardiansyah, merupakan fogging fokus, yaitu upaya untuk membasmi nyamuk pembawa vektor demam berdarah, dan sifatnya bukan pencegahan.
“Ini upaya pembasmian nyamuk aedes aegyfti yang dikenal sebagai nyamuk pembawa virus DBD. Pengasapan dilakukan dua kali dalam siklus satu minggu,” jelasnya. (zkl/foto: zul yunus)