BANJARBARU, banuapost.co.id– Pemprov Kalsel terus menggelorakan kunjungan wisatawan ke provinsi tertua di Pulau Kalimantan. Salah satunya dengan mengusulkan Geopark Pegunungan Meratus ke UNESCO, tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kalsel, Nurul
Fajar Desira, pada rapat persiapan deklarasi Geopark Pegunungan Meratus, di
ruang rapat Aberani Sulaiman, Kantor Setda Prov Kalsel, Banjarbaru, Rabu
(13/2).
UNESCO merupakan satu badan khusus PBB yang bergerak di bidang
organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan. Badan ini didirikan pada 16
November 1945 di London, Britania Raya, dengan berkantor pusat di Paris,
Perancis.
“Target tahun depan kita akan usulkan Geopark
Pegunungan Meratus ke UNESCO, untuk meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus
meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, dengan berstatus UNESCO Global Geopark, maka
akan mampu menarik wisatawan. Tidak hanya lokal, tetapi juga dari mancanegara.
“Ini merupakan langkah Pemprov Kalsel untuk
menggeser ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui,” jelasnya.
Sampai saat ini, sambung Nurul Fajar, telah ada empat
geopark yang masuk sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Geopark tersebut, Batur
UNESCO Global Geopark, Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, Rinjani UNESCO Global
Geopark dan Ciletuh-Plabuhanratu UNESCO Global Geopark.
Geopark merupakan konsep untuk menyejahterakan masyarakat
lokal berbasis konservasi warisan geologi (geoheritage). Dalam Geopark
setidaknya harus terkandung 3 unsur penting, yaitu: edukasi, ekonomi dan
konservasi.
Dikatakanya, pada 26 Februari 2019 Geopark Nasional
Pegunungan Meratus di Kalsel akan diresmikan. Setidaknya ini menjadikan pariwisata
Kalsel akan semakin bergairah.
Dengan ditetapkannya Pegununan Meratus sebagai kawasan geopark nasional, menjadikan Kalsel satu-satunya provinsi di daratan Pulau Kalimantan yang memiliki geopark. (syh/bdm/foto: ist)
