BANJARMASIN, banuapost.co.id– Demi memberikan dukungan terhadap program lima prioritas kesehatan di Kalsel, Menkes Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek, menyempatkan diri menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkeda) se Kalsel, Selasa (5/3).
Didampingi Gubernur H Sahbirin Noor, menkes mendengarkan
laporan dari kabupaten/kota terkait dengan berbagai permasalahan di
masing-masing daerah.
“Terdapat lima prioritas kesehatan yang saat ini menjadi
perhatian khusus. Yakni upaya penurunan tingkat stunting, pencegahan penyakit
tuberkolosis, penurunan angka kematian ibu dan percepatan pengendalian penyakit
tidak menular,” jelas Kadiskes Kalsel, M Muslim dalam laporannya.
Karena kondisi demikian, lanjut Musim, diperlukan
koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota dan instansi terkait lainnya untuk
penanganannya.
Sementara Gubernur H Sahbirin Noor mengaku bangga karena
kabupaten/kota sudah memperihatkan kondisi kesehatan masyarakat yang
menggembirakan.
“Inilah yang dinamakan Bergerak untuk mewujudkan Kalsel
sehat,” jelas gubernur.
Diketahui, selama 2018 Angka Kematian Ibu (AKI) tercapai
108 dari target 135 dari 100 ribu kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB)
tercapai 10 dari target 33 per seribu kelahiran hidup.
Sementara Angka Kematian Balita (Akaba) 2018 terealisasi
sebesar 11 per seribu kelahiran hidup dari target 25 per seribu kelahiran hidup. Prevalensi stunting pada 2018
terealisasi sebesar 31,5 persen dari target 34 persen.
Rakerkesda Kalsel ini bertema Kolaborasi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Bergerak untuk Mewujudkan Kalsel Sehat. Tujuannya untuk mengevaluasi dan mengantisipasi isu-isu stertegis, sehingga dapat tersusun dalam dokumen kesehatan di kabupaten/kota juga provinsi. (dev/foto: hum)
