BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Potensi Itik Alabio bisa dioptimalkan sebagai komoditas andalan Kalsel,
sehingga produknya berkembang pesat, seperti Empek-Empek Palembang, Rendang
Padang, atau Gudeg Jogja.
“Kalau dikembangkan citarasanya dan dikemas dengan baik,
bukan tak mungkin Itik Alabio go internasional. Seperti rendang yang kini dikemas
dalam kaleng dan jadi produk ekspor andalan,” jelas Deputi II Kepala Staf
Kepresidenan, Yanuar Nugroho.
Yanuar mngungkapkan itu dalam Diskusi Publik
‘Pembangunan, Inovasi dan Sumber Daya Lokal’ di ULM, Selasa (5/3).
Dia menjawab pertanyaan Rahmatullah, mahasiswa Fakultas
Ekonomi ULM, tentang pengembangan produk unggulan lokal, dalam hal ini Itik
Alabio, salah satu rumpun itik khas yang sebaran asli geografisnya ada di Kalsel.
“Palembang saja dalam sehari mengekspor tujuh ton
empek-empek ke luar Sumsel, termasuk ke negara-negara tetangga. Saya yakin,
Itik Alabio Kalsel pasti bisa,” katanya.
5 Parameter
Sebelumnya, Yanuar menjelaskan paramater perekonomian dan
hasil-hasil pembangunan yang dicapai secara positif dalam empat tahun
pemerintahan Jokowi-JK.
Menurutnya, lima parameter raport yang menjadi tolak ukur
sebagai negara semuanya baik. Pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kesenjangan,
inflasi dan tingkat pengangguran.
“Angka pengangguran kita saat ini terendah selama 20
tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi kita stabil, inflasi terjaga rendah dan
tingkat kemiskinan turun menjadi 1 digit, 9,66 persen, terendah sepanjang
sejarah republik ini,” pungkasnya.
Digarisbawahi Yanuar, lima paramater ekonomi itu jadi
modal terkuat Indonesia untuk maju.
“Sebagai mahasiswa dari salah satu kampus terbaik di
Kalimantan, pikiran Anda harus yakin masa depan terbuka lebar dan cerah,” tandasnya.
Tugas Negara, lanjut Yauar, memberi harapan. Memberi rasa dan memberi optimisme. Punya masa depan. Melihat masa depan dengan kepala tegak. (emy/foto: ist)
