JAKARTA, banuapost.co.id–
Selepas menunaikan Salat Zuhur, Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan ulama
dan tokoh masyarakat Provinsi Aceh di Istana Negara, Selasa (5/3). Sediktnya 94
ulama dan tokoh masyarakat Aceh yang datang.
“Kami silaturahmi dengan Pak Presiden. Pak Presiden
sudah pernah ke Aceh berapa kali, maka kami ke sini,” ujar H. Nuruzzahri
Yahya selepas pertemuan.
Menurut pria yang akrab disapa Waled Nu, banyak program
pemerintahan Presiden Jokowi yang amat menguntungkan umat, khususnya lingkungan
pondok pesantren.
Karena itu, kedatangan para ulama dan masyarakat Aceh ini
dimanfaatkan untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas program-program tersebut.
“Banyak sekali program-program Pak Jokowi, yang
telah dan yang akan dikerjakan, menguntungkan umat dan dunia pesantren. Pak Jokowi juga telah mengesahkan hari santri,
kami di pesantren pasti terima kasih,” tuturnya.
Menjelang pesta demokrasi lima tahunan, Waled Nu menyampaikan
pesan kepada seluruh pihak agar selalu berbicara benar dan tidak turut
menyebarkan kabar bohong yang dapat memecah belah umat.
Mengutip rilis yang diterima redaksi banuapost.co.id dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media
Sekretariat Presiden, Waled Nu juga berharap agar pemilihan presiden dan
legislatif mendatang dapat dilalui dengan damai.
“Hadapi pesta demokrasi ini dengan damai dan penuh
pengertian. Berlaku sopan, jangan menyebar fitnah, dan jangan sampai memecah
belah bangsa,” imbaunya. (yb/din/foto:
muchlis jr)
