PELAIHARI, banuapost.co.id– Kades Pantai Linuh, Kecamatan Batu Ampar, Tanah Laut, membantah beras sejahtera atau rastra tidak tersalurkan. Sepuluh sak beras di kantor desa merupakan sisa milik 5 warga yang belum mengambil.
Bahkan, menurut M Ali Makruf, ada enam sak yang sengaja
tidak diambil, karena warga yang mendapat jatah mengaku sudah tidak berhak lagi
menerimanya.
“Ada enam sak yang
tidak diambil penerima rastra yang sudah mampu. Beras tersebut dikembalikan ke
kantor desa dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat desa untuk menyerahkan
kepada warga tak beruntung lainnya,” papar kades yang merasa gerah dengan
dugaan tidak tersalurkannya restra di desanya, Rabu (6/3).
Menurut Ali Makruf, penerima rastra di Desa Pantai Linuh
ada 50 orang, tiga di antaranya sudah menyatakan diri tidak menerima lagi
karena merasa sudah mampu.
“Untuk saat ini kebetulan jatah rastra di Pantai Linuh
diambil dua bulan, jadi terlihat banyak menumpuk,” katanya.
Kades mengaku memang ada keterlembatan penyaluran kepada
keluarga yang tak beruntung. Namun itu bukan kesengajaan.
“Kebetulan kami melakukan penghentian pelayanan beberapa
hari, karena masalah jalan desa,” imbuhnya.
Intinya mulai saat ini, sambung Ali Makruf, bersama aparatur desa kembali memberikan pelayanan kepada warga Pantai Linuh, termasuk penyaluran rastra. (zkl/foto: zul yunus)
