.
JAKARTA, banuapost.co.id–
Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) akan masuk Pasar Mama Mama
Papua untuk membantu mengembangkan usaha-usaha kecil dan mikro pedagangnya.
Kepastian masuknya program Mekaar itu, dikemukakan Presiden
Joko Widodo dalam silaturahmi dengan ratrusan perempuan pejuang ‘akar rumput’ dari
berbagai daerah di Istana Negara, Rabu (6/3).
“Oke, nanti saya perintah program Mekaar untuk masuk
ke Pasar Mama-Mama. Ini di sini ada Bu Menteri BUMN, kirim itu program Mekaar
ke pasar Mama-Mama. Ini perintah Bu!” ujar presiden.
Kepala Negara memerintahkan itu setelah berdialog dengan Doliana
Yakadewa, salah satu dari perempuan ‘akar rumput’ yang mewakili sejumlah isu.
Doliana sehari-harinya bekerja sebagai seorang guru SD
Negeri Kampung Ormu Kecil di Jayapura, dan berjualan hasil kerajinan tangan di
Pasar Mama-Mama Papua.
“Selama 13 tahun kami turun ke jalan meneriakkan
(pembangunan) Pasar Mama-Mama Papua. Lalu Bapak Presiden dapat menyelesaikannya
dalam tempo 4 minggu,” ucapnya.
Pasar Mama-Mama Papua merupakan pasar tradisional empat
lantai yang terletak di Kota Jayapura. Pada April 2018 lalu, Presiden Jokowi
sempat meninjau aktivitas perekonomian para ibu Papua di pasar tersebut.
Pendirian pasar permanen dan layak di Kota Jayapura, sebelumnya membutuhkan perjuangan yang
panjang. Para pedagang setempat sudah sejak lama berjualan di pasar yang
dianggap tidak layak sebagai pusat perekonomian.
Namun Doliana masih menaruh harapan besar kepada presiden
dan pemerintah, untuk memberikan bantuan permodalan dan pendampingan bagi para
pedagang Pasar Mama-Mama Papua.
“Kami lebih kepada (berharap) bantuan permodalan
pasar Mama-Mama Papua,” ujarnya yang menyebut saat ini terdapat 630-an
pedagang yang beraktivitas di Pasar Mama-Mama.
Terkait dengan program Mekaar, Kepala Negara menyebut, program
ditujukan untuk mengembangkan usaha-usaha kecil dan mikro di Tanah Air. Program
juga ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Program Mekaar ini juga untuk ekonomi mikro dan
kecil, yang hampir 99 persen pesertanya adalah ibu-ibu. Sudah mencapai 4,2 juta
orang yang ikut di sini,” tutur presiden. (yb/din/foto: rusman)
