PELAIHARI, Banuapost.co.id- Petani Dusun Jayau Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari,erharap adanya penyuluh yang mendampingi mereka saat menghadapi musim tanam. Petani mengaku selama ini mereka bercocok tanam dengan kemampuan sendiri.
Keluhan ini disampaikan Yadi, salah seorang petani di Dusun Jayau, Desa Ambungan, saat menghadiri panen bawang di desa desa tersebut.
Menurut Yadi, selama ini petani di Dusun Jayau, Kecamatan Pelaihari, bercocok tanam dengan kemampuan sendiri atau tidak pernah mendapat pendampingan dari penyuluh.
“Kami harap ada perhatian dari pemerintah, bukan bantuan, tetapi perhatian agar adanya penyuluh di dusun kami,” kata Yadi.
Dijelaskan Yadi, selama ini ia dan petani Dusun Jayau lainnya langsung ke Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan, karena tidak ada penyuluh yang bertugas di Dusun Jayau. Akibat tidak adanya petugas penyuluh, menurut Yadi, petani di Desa Ambungan sering terlambat membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebuanan (Distanhorbun) Tala, Faried Widiatmoko, membenarkan adanya kekosongan petugas penyuluh di Desa Ambungan.
“Untuk Desa Ambungan penyuluhnya kebetulan sudah purna tugas, dan tengah disiapkan penggantinya,” kata Kepala Distanhorbun Tala melalui pesan whatsapp, Senin (22/9/2025).
Menurut Faried Widiatmoko, saat ini pihaknya tengah melakukan penataan ulang, untuk memenuhi kebutuhan penyuluh.
“Ini baru diatur, masalahnya semua kecamatan di Tala kekurangan petugas penyuluh, akibatnya satu penyuluh menangani dua sampai 3 desa,” kata Faried lagi.
Keberadaan penyuluh sangat dibutuhkan para petani, karena melalui ketrampilan mereka petani dapat bercocok tanam dengan baik, terutama untuk menghadapi saat tanaman mendapat serangan hama. (zkl/foto: zul)